link href='http://i755.photobucket.com/albums/xx193/elsmart/BenderaIndonesia.gif' rel='SHORTCUT ICON'/>

MELANY



Intro   :   C  Em  Dm  G  2x

C             Em           Dm        G                    C         Em               Dm              G   
Cantik wajahnya Manis senyumnya     Baik hatinya ku dengar Melany namanya
C             Em            Dm                         G 
Setiap hari ku menunggu dan menanti dirimu
C             Em                   Dm               G 
Berharap kau dengar aku oh Melany sayangku

Intro : C  Em  Dm  G  2x

C                         Em       Dm                  G    C                   Em     Dm             G 
Lihat aku di sini Lihat aku bernyanyi      Diriku diriku diriku mengagumi dirimu

***
F                                      C  F                                C
Tapi kau tak mengerti  Tentang perasaanku
F                                      C                                  Dm                                  G          
Tapi kau tak mengerti Tentang perasaanku  Yang selalu mengagumi dirimu
                                                                          
Reff   :

 C       Em            Dm          G          F              C                   G     
Dan bila kau tak tau hatiku biarkan rasa ini membatu
C        Em              Dm                G                                      C            G     
Haruskah ku ungkapkan semua tentang hatiku kepada dirimu

Intro   :   C  Em  Dm  G  2x 
                    C  C  Em  Dm  G 
                    C  Em  Dm  G  2x 
Back to  :  *** ,  Reff  2x  ,  C  Em  Dm  G  2x  C



KUNANG-KUNANG


intro : C Em Am G F G  2x
C F C F C Em Am G F G  [ petikan ]

C                     F                       C              F
Kunang-kunang malam , hinggap depanku
C                 F                        C                         F  
Kau terangi malam dengan pancaran kerlipmu

C Em Am G F G  2x

C                F              C             F
Malam jadi indah karena kerlipmu
C                  F              C          F
Kau bawa suasana berbeda

##

D                     E               D                   E
Kau bawa diriku terbang jauh ke alamu
D                        E              F               G
Bawa serta diriku terbang … jauh









Reff

C     E              A             G          F               G
Kunang-kunang malam bawa aku ke alamu
C      E           A       G     F  F
Kini ku tak sendiri lagi
C     E              A             G          F               G
Kunang-kunang malam bawa aku ke alamu
C      E           A       G     F 
Kini ku tak sendiri lagi
                    G
,karna ku tau hanya miliku

C Em Am G F G  4x [ melodi ]
Back to :   ##,   reff,  C  Em Am G F G  2x  C F C F C




EPISODE 6



Aku  telah  kembali ke kotaku yaitu kota tegal,…
karna setiap hari aku tidak mempunyai kesibukan
Ibuku menyuruh aku ‘’dagang’’dan barang yang aku jualkan adalah makanan ringan yang bernama OLOS
.sebenarnya makanan ini termasuk,makanan yang masih baru di tegal.bentuknya bulat,kurang lebih sebesar bola pingpong.di dalamnya ada isi irisan kol sama cabe dan cirri khasnya adalah rasanya yang pedas….dan alasan kenapa  ibuku menyuruh aku dagang,ya karna itu,makanan olos lagi ngetren,dan kalo di hitng-hitung untungnya banyak.
F:\Photos\olos.jpg
yang ku dengar asal  mula makanan  ini adalah karna ketidak sengajaan.
Bermula dari pedagang yang berasal dari desa pegirikan,kota tegal ini yang mencoba-coba membuat
Makanan baru,yang di namakan olos ini.dan ternyata banyak orang yang suka,dan sangat laris di pasaran perdagangan…
Berita ini langsung menyebar di tegal,…banyak sekali orang yang ingin membuat olos.termask ibuku,





Pengalamanku ketika pertama kali aku dagang,
rasanya sangat malu.di tambah posisi daganganku adalah di depan SMA 1 SLAWI yang cukup terkenal,di  slawi…aku tak tau lagi hars gimana,tpi karena udah terlanjur,mo gimana lagi,….
Pernah saat aku menggoreng olos,terjadi ledakan yang sangat mengerikan,……
Saat itu aku lagi nggoreng,karna aku belum pengalaman,olosnya meledak….duaaAAARRR…
Mba yang ada di sampingku,kebetulan dia lagi beli es salju langsung kaget.terus ngomong
‘’apa sih mas…….!!!!’’ Dengan ekspresi waswas,…..
Terus aku bilang ‘’gak pa2 ko mba’’ aku coba ngilangin jejak kesalahanku….hehehe
Tpi ternyata,…….??? Olosnya bledak lgi,dan ini yang paling parah,sampe isi kol nya berhamburan nempel di kaca grobak semua,dan saat itu mba nya lihat semua kejadian amatirku,…..
Sebelum terjatuh korban lebih banyak  lagi dan Dengan expresi malu,,…..
aq ngomong sama si mba ‘’mba minggir mba.jangan deket2’’
dan saat sudah berakhir,waktunya pulang,aq segera bergegas mendorong grobaku,karna jujur  waktu itu perasaanku masih malu,,…..tenaga extra aku keluarkan,aku berharap hari ini cepat berakhir,….
Karna di depan ada tanjakan,aku berusaha semakin kuat dorongnya,,……..
Dalam hati aku ngomong,’aku pasti bisa nglewatin tanjakan ini,,….bismilahhirahmannirahim,….!!!’’
duuuaaaaAAAAARRRRrrrrr,,……!!!!!  Ternyata di depan aku nabrak seorang anak perempuan SMP kls 1,,……
haduuhhhh,,…….$#@%^&:””  tpi sukurnya gpp,………alhamdulilah,,…..
terus pada akhirnya aku mulai terbiasa,dan pada bulan pertengahan,olosku jadi olos aneka rasa,,…
ada rasa BAKSO,AYAM,KOL,TAHU,…..


Iwan Fals





Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 49 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang, serta kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara.[rujukan?]
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]

Keluarga

 

Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah Haryoso almarhum (kolonel Anumerta). Iwan menikahi Rosana (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anisa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.
Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.
Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang didalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]
Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.
Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rosana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarie

AZ

perjalanan cintaku,sekarang sudah berganti halaman,,.........
dulu aq dengan yani yanuari,yg mengisahkan segumpal kenangan pahit manis bersamanya,.......
sekarang aq sudah menemukan penggantinya,,..........
selepas dg yani ( mantanku ) aq bertemu dengan seorang cewe yang tak kalah lucunya dg si Y''hahahhaa
namanya Zumika Larasati,,menurutku,dia cewe manis,lucu,baik,perhatian,,pokoknya cocok deh,,......
sebenernya pertama aq ketemu ma dia,gak sengaja,
berawal aq jadi OP Surya net3,malahan aq belum kenal m si Y,....
saat itu dia datang,bersama temen2nya,........
sekilas,aq memandanginya,''wah cakep2 yah (hehehehe),.....
aq naksir m salah satu temennya si honey ( panggilan sayangku kpd si zumika ) hehehe
pada saat itu,keahlianku untuk memainkan biling explor sudah lumayan bisa lah,,....

dg salah satu fitur biling explor,aq mengremove room di mana si zumika dan temen2nya bisa aq liat lgi mbuka apa hehehehe,pinter jga yah aq'',,......
aq berharap ada nike name temen nya si zumi-zumi,,......

ku tekan tombol enter,langsung muncul nama zumika larasati,,.
wuaaAAAhhhhh,,....asikkk,
aq langsung meng add nike name tersebut,,
tak lama,ternyata aq di terima sbgai temannya,,hahahaha
tpi saat itu mereka pun langsung pada pulang,,hahhhhh
cepet banget yah,paling mereka lupa ngangkatin jemuran mereka,hahahaha,,....gpp wes,yg penting dah dapet,......
besoknya aq coba masuk ke koment2 nannya si zumika,.....tpi aq malah di cuek bebek,,''asem'',selapas itu,aq gak pernah lg,berhubungan kontak m si zumi,sampai aq jadian ma si Y,,......
saat aq dah putus ma si Y,,si zumi menampakan dirinya kembali,dia datang ma temennya lg,
dia mau minjem catreder m aq,''mas aq pinjem catredernya dunk''......aq ambilin,terus di satu room itu,kami ber3 ngobrol2,,lagi2 ngobrol nya tentang asal-usul ku dari kota tegal,''emangnya napa sih,apa yg aneh dg kotaku itu''
setiap aq jawab,klo aq berasal dari kota tegal,pasti di ketawain,,katanya sih bahasanya lucu''
bla,bla,bla,,..........''
terus,lgi2 aq ngrasa suka ma dia,tak liat dri cara bicaranya,kayaknya si zumi,juga suka ma aq,,hihihihi
boleh,,boleh,,boleh,,.............besoknya aq coba ngomenin,statusnya lgi,ternyata aq di sambut,hahahhaa
dia jga mong,klo aq tuh ngangenin,,wuaaAAAhhhh,terus aq ngobrol ma dia lewat obrolan,aq minta number HP nya,aq di kasih,hahahha,....saat itu aq sering sms ma si zumi,terus aq mong jujur m dia,klo aq tuh suka m dia,
dan ternyata dia juga suka m aq,,hahahahaha,
ini yang paling hebat dlm moment seorang cowo menembak cewe,,klo dg bunga/puisi/rayuan gombal,kesed,lap atau apalah,itu sih dah basi,,......aq mong suka m si zumi pake pantun,,,hahahaha,anehkan
berawal dari aq lgi gak ada pekerjaan,aq sms si zumi-zumi,,,sms nya gini
1 + 1 = 2''........?? apa tuh,aq jga gak tau''...terus di bales,artinya apa.........???,waduh,apa yah,aku mikir...
apa yah,....???,sampai aq menemukan kata2 yg cocok,tak balesin gini,''1 + 1 = 2,mau gak mau harus dengan saya,hahahaaaha,,,dia bles'' maza nembak cewe kya,mau ngrampok bank,,..........hhahahaha
terus aq berpantun lgi,,..buah nangka di makan ikan hiu'' ZUMIKA,,.....I LOVE U,,...........hahahaha...
sebenernya dia mau sih,tpi pengennya aq mong langsung di depannya,...
ya udah aq nurut ja,,.....
besoknya,dia ke warnet ku,,terus aq langsung mong,dia nrima aq,,....hahahahaha,..............
gampang yah,,...........hihihi
-
-
-
-
-ANDRI GITU LOH,,..............HAHAHAHA









 MAAF

akankah hari ini kukan kembali melukai seseorang lagi
ataukah membuat air mata seseorang menetes
maaf,........
ini semua karnaku dan ini semua ulahku
aku mencintaimu bkan dengan pondasi cinta
tetapi karna egoisku,
kini aku terjebak di dalam hatimu
aku gelisah,aku bimbang,aku bingung
karna engkau sangat mencintaiku
tapi tidak denganku
aku sangat berdosa menjadikan dirimu sebagai pelampiasan
apakah harus ku paksa lidah ku untuk berkata jujur
ataukah ku harus berexpresi senang setiap bertemu denganmu
saat ini aku hanya menunggu waktu berjalan
ku bersikap apa adanya aku
menunggu kau bosan denganku









Saat itu aq sudah tak tahan lg dengan penjajahan hatiku,...saat aq sudah merasa bosan,kenapa dia berbicara kalo ia sayang banget m aq.dia berkata '' ay aq tuh sayang banget m kamu''  
'' ay aq tuh sayang banget m kamu'' '' ay aq tuh sayang banget m kamu'' '' ay aq tuh sayang banget m kamu''
kata-kata itu selalu terngiang di telingaku,....'' dan saat itulah aq terbangun,aq tersadar,....kenapa aq masih mengharap si Y padahal jka di bandingkan dg ZUMIKA,..........
saat itu aq mong terus terang kpadanya kalo aq masih di bayangi ma mantanku,dan aq baru sadar,kalo kamu cintaku,dia jawab,''berarti selama 1 bulan ini kamu gaktulus dri sayang ma aq''........
iyah....
dia langsung jawab''jahat banget km dri,...lemes aq'' ( pas itu dia lagi ada masalah sama keluarganya )
aq bisa bayangin betapa jahatnya aq.
aq langsung minta maaf dan tanggung jawab atas semua janji-janji ku..........
butuh waktu lama untuk dapet kata maaf nya,....
tapi allhamdullilah dia mau maaf in aq,...
dan saat itu aq berjajnji akan nyintai dia dg tulus,....................''

KAMUS BASA TEGAL




Nggo nbudidayakna basa tegal ben ora ilang, enyong kelingan pan njajal  nggawe kamus,,jebul barang tak deleng neng blog liya kiye wis ana sing pada nggawe kamus,,ya enyong sih melu seneng jebule wong tegal kiyeh wonge pinter pinter...daripada enyong  nulis maning,,enyong tak kopi paste bae wis lah ya, karo ngko tak tambahi secuil secuil,,,hehe







Nyong=Inyong= Aku/ Saya
=> Nyong pan mangan disit ya.. = Saya mau makan dulu ya..
Koen=Rika= Kamu/ Anda
=> Koen sih sapa? = Kamu siapa?
Ora = Tidak
=> Nyong ora pan mangan = Saya tidak akan makan
…-e, …-ne = …-nya
=> Apane?, Wangine = Apanya?, Bau harumnya.
Mbuh = Entah
=> Mbuh lah = Gak tau lah/ Entahlah
Monggo = Silakan
Turu = Tidur
=> Sapa kue sing turune ngorok? = Siapa itu yang tidurnya ngorok?
Yen=Bokan=Ari= Jika
=> Yen Ing Tawang Ana Lintang = Jika di langit ada bintang
Sing= Nun= Yang
=> Sapa kue sing turune ngorok? = Siapa itu yang tidurnya ngorok?
Wis =Uwis = Sudah/ deh
=> Wis mangan? = udah makan?
=> Nyong bae wis = Saya saja deh
Bae= Saja
=> Nyong bae wis = Saya saja deh
Aja = Jangan
=> Aja kakehen omong wis = Jangan kebanyakan ngomong deh..
Moh = emoh = Tidak Mau
=> Aku emoh dadi tarokmu = Aku tidak mau jadi pacarmu
Disit = D(ah)ulu
=> Nyong pan mangan disit ya.. = Saya mau makan d(ah)ulu ya..
Kue = Kae= Itu
=> Sapa kue sing turune ngorok? = Siapa itu yang tidurnya ngorok?
Kyeh = Kie = Nih, Ini
=> Nyong pan nembang kyeh = Saya mau nyanyi nih
Toli = ..Sekalian/ Terus
=> Toli sapa sing pan mono? = Terus, siapa yang mau ke sana?
Ana = Ada
=> Ana cinta = Ada cinta
Engko = Ngko = Nanti / Ntar
=> Ngko mana ya.. = Ntar ke sana ya..
Laka = Langka = Tidak Ada
=> Langka sing gelem kyeh? = Gak ada yang mau nih?
Gelem = Mau/ingin
=> Gelem ora dadi taroke aku? = Mau gak jadi pacarku?
Kaya = Seperti
=> Aja kaya kue? = Jangan seperti itu?
Pan = Repan = Arep = Akan/ Mau
=> Toli sapa sing pan mono? = Terus, siapa yang mau ke sana?
Kakehen = Kebanyakan
=> Aja kakehen omong wis = Jangan kebanyakan ngomong deh..
Gal gil = Petakilan = (Kebanyakan) Gaya
=> Aja gal gil..= Jangan kebanyakan gaya .
Urip = Hidup
=> Sing penting mangan = Yang penting makan
Dadi = Jadi
=> Gelem ora dadi taroke aku? = Mau gak jadi pacarku?
Tarok = Pacar
=> Gelem ora dadi taroke aku? = Mau gak jadi pacarku?
Njaba = di luar
=> Njaba lagu udan = Di luar lagi hujan
Mono =Mana = Ke sana / ke situ
=> Toli sapa sing pan mono? = Terus, siapa yang mau ke sana?
Mene = Ke sini
=> Heh, kyeh mene kyeh = Hehh, nih ke sini nih..
Ning = Ng = Ing = di..
=> Ning endi umahmu? = Di mana rumahmu?
Ngarep = depan
=> Ning ngarep = Di depan
Mburi = belakang
=> Ning mburi = Di belakang
Nduwur = atas
=> Ning nduwur = Di atas
Ngisor = bawah
=> Ning ngisor = Di bawah

Dudu = Bukan
Misal : “Dudu kue masalahe” -> Bukan itu masalahnya.
Jukut = Ambil
Misal : “Jukut ndisit kue panganane” -> Ambil dulu itu makanannya.
Mbokan = Barangkali
Misal : “Aja peplayon mbokan tiba” -> Jangan lari-larian barangkali jatuh.
Angel = Susah
Misal : “Kue bocah diomongi angel nemen” -> Itu anak dinasehati susah banget
Weruh = Lihat
Misal : “Aku weruh lintang wengi kie” -> Aku lihat bintang malam ini
Gawe = Buat/ Bikin
Misal : “Aja gawe rusuh lhen” -> Jangan bikin rusuh deh.
Mlebu = Masuk
Misal : “Aku ora mlebu kuliah wingi” -> Aku tidak masuk kuliah kemarin
Metu = Keluar
Misal : “Aku metu sing kelas luwih cepet” -> Aku keluar dari kelas lebih cepat
Nemen = Sekali/Banget
Misal : “Kue bocah diomongi angel nemen” -> Itu anak dinasehati susah banget
Durung = Belum
Misal : “Aku durung mangan” -> Saya belum makan
Dina = Hari
Misal : “Dina kie dina rebo” -> Hari ini hari rabu.
Mengko = Nanti
Misal : “Mengko ya..” -> Nanti ya..
Bengi = Malam
Misal : “Saiki wis bengi, gagian turu” -> Sekarang sudah malam, lekas tidur.
Gagian = Cepetan/ Buruan
Misal : “Saiki wis bengi, gagian turu” -> Sekarang sudah malam, lekas tidur.
Awan = Siang
Misal : “Saiki wis awan, hoi tangi!” -> Sekarang sudah siang, hoi bangun..!
Tangi = Bangun
Misal : “Saiki wis awan, hoi tangi!” -> Sekarang sudah siang, hoi bangun..!
Wagu = Aneh
Misal : “Wong kae aneh nemen” -> Orang itu aneh banget.
Liyane = Lainnya/ Yang lain
Misal : “Langka panganan liyane ya..?” -> Nggak ada makanan yang lain ya..?
Sawise = Setelah
Misal : “Sawise mangan biasane dadi ngantuk” -> Setelah makan biasanya jadi mengantuk.
Sadurunge = Sebelum
Misal : “Sedurunge sholat wajib wudhu disit” -> Sebelum sholat wajib wudhu dulu.
Wingi = Kemarin
Misal : “Wingi aku liburan maring Guci” -> Kemarin aku berlibur ke Guci
Edan = Gila
Misal : “Dasar wong edan..!” -> Dasar orang gila..!
Karo = Dengan/ Barsama
Misal : “Aku lunga maring Gramedia karo kanca” -> Aku pergi ke Gramedia bersama teman
Ning = Di
Misal : “Aku ning Depok” -> Aku di Depok
Maring = Ke
Misal : “Aku lunga maring Gramedia karo kanca” -> Aku pergi ke Gramedia bersama teman
Arep = Mau/Akan
Misal : “Aku arep mangan” -> Aku mau makan

Kamus versi blog'e. M. Hadi Utomo
E-mail : hadiutomo.bahasategal@gmail.com

a : cara (diucapkan) ibu-ibu agar anaknya mau membuka mulut lebar ketika sedang disuapi.
aba : suara, kabar.
abab : bau atau hawa yang keluar dari mulut.
abah : ayah (dari bahasa Arab abi)
abang : merah ; abang - ireng : wajah merah padam karena malu atau marah.
abong-abong : .sifat sombong karena mengandalkan sesuatu.
abrag-abrag : bermacam-macam barang (perkakas).
abur : (mabur) terbang ; gabur : menerbangkan burung merpati
acan- acan : sama sekali ; durung acan – acan : belum sama sekali.
aceng : (ngaceng) ereksi
acēh : rambutan yang daging buahnya mudah lepas dari bijinya (ngelotok).
aci : tepung ; aci bodin : tepung singkong.
acum : wajah murung
acung : (ngacung) tunjuk jari ; ngecucung : tegak (lurus atau berdiri)
adan : azan, panggilan untuk mengerjakan sholat
adang : tanak , menanak (nasi) ; sering disingkat menjadi dang ; didang : ditanak
adeg : diri ; ngadeg : berdiri ; adeg-adeg : tiang penyangga.
ader : apakah,benarkah ; ader ? : benarkah ? ; ader ana ? : apakah ada ?
adhi : adik
adol : jual ; kt.lain dodol
adonan : campuran berbagai bahan untuk membuat kue.
adu : adu ; sering disingkat du ; didu : diadu ; adu-adu : melaporkan yang tidak-tidak
adus : mandi
adhang : menghadang,menghalang.
adhem : dingin ; ngadhem : berteduh
adhi : adik.
adhong : ketika, saat.
adhuk : campur menjadi satu , campuran semen pasir dan kapur untuk bangunan ; adhuk-adhuk : jenis masakan dari tempe
ageng (bebasa) : besar ; (ngoko) gedhē
ager : (ager-ager) agar-agar
agē : masakan dari daging (dendeng) ; agē-agē : semoga cepat , biasa disingkat gagē.
agor : suara serak dan besar karena sakit tenggorokan ; ngagor –agori suara anak lelaki yang sudah akil balig
agul : sombong ; ngagul : menyombongkan diri, berkata bohong
aja : jangan .
ajag : srigala
ajang : alas makan,piring atau daun.
ajar : belajar.
ajeg : tetap, tidak berubah
ajeng (bebasa) : akan,mau,depan kt.lain badhē
ajēr : mencair, menambahkan air supaya tidak kental, larut; kt.lain ajur.
aji : bernilai ; aji -aji : benda bertuah, jimat
ajib : ajaib
akad : perjanjian
akas : keras, kaku,tegang
akid : janji pernikahan
aking : kering (untk. nasi) ; sega aking : nasi kering ; gering aking, : kurus sekali,kurus kering.
akon : mengakui,menganggap ; anak akon-akon : anak angkat
aku : aku, saya
ala : jelek, buruk ; ala-ala : meskipun jelek ; ngala-ala : menjelek-jelekkan
alang : halang, rintangan
alang-alang : sejenis rumput tinggi
alap-alap : sejenis burung elang
alar-alar : panjang sekali ; lih. ngalar-alar
alas : hutan
alem : puji ; aleman : kolokan
alesan : alasan
ali-ali : cincin
aling : halang ; aling-aling, tabir, peng halang , penutup
alo : keponakan
alok : peringatan ;. alok-alok : memperingatkan
along : banyak mendapat hasil tangkapan (istilah nelayan)
alu : antan, alat penumbuk padi ; alu-alu, jenis makanan dari ketan
alub : merebus setengah matang (sayuran, daging dsb)
aluk : lebih baik ; kt.lain alukan
alum : layu
alus : halus
ama : hama
amak-amak : sering, sedikit-sedikit ; contoh amak-amak dhugal : sedikit-sedikit marah
amang-amang : mengancam sambil mengepalkan tangan atau mengangkat senjata tajam.
amba : lebar
ambah : lewat ; ngambah, melalui, melewati
ambek : keinginan besar ; ambekan : napas
ambēn : dipan, tempat tidur
ambeng : nasi dengan lauk pauk di atas nyiru untuk kenduri
ambles : melesak kebawah, amblas
ambril : amplas
ambrol : runtuh, hancur
ambu : bau
ambung : cium
ambyar : buyar
ambyur : terjun ke sungai atau kolam air
ames : lemas , kehabisan tenaga.
amis : anyir
amit : memohon maaf, numpang lewat ; amit-amit : jangan sampai terjadi ; pamit : permisi pulang
amleng : lama tidak muncul ; kt.lain . ampleng, amleng
amoh : lunak
among : mengemong,menjaga anak ; kt.lain momong ; momongan (kt.kiasan) : anak
amot : muat ; disingkat mot : kt.lain kamot
ampad : menarik benang layang-layang dengan cepat ; hampad, memukul dengan keras,melakukan tindakan kekerasan
ampang : terasa ringan
ampar : gelar ; ngampar : menggelar ; ngampar klasa : menggelar tikar
ampas : ampas
amping : samping , sisi, damping ; amping-amping : berdiri disisi
ampil (bebasa): pinjam.
ampir : singgah ; mampir : singgah kebetulan lewat atau melalui
ampos : tidak bertenaga, hampa ; ngempos : meniup.
amprak : kemana-mana ; ngamprak-amprak : tersebar kemana-mana
amprut : .ampas tahu , jenis makanan dibuat dari jagung sangrai yang ditumbuk
ampun : maaf, tobat ; ampun-ampunan : kapok,tidak mau mengulangi lagi
ampura : maaf, ampun ; pangapura : ampunan
ampyang : jenis makanan dari kelapa atau kacang yang dicampur gula dan dikeringkan
ancak : perabotan untuk tempat hantaran makanan dengan cara dipikul (biasanya dalam upacara pernikahan di pedesaan)
ancang-ancang : bersiap siap untuk memulai
ancer-ancer : patokan,ketentuan ; kt.lain. angger-angger
ancik : injakan supaya lebih tinggi ; kt.lain bancik : ancik - ancik, menginjak suatu benda (barang) supaya lebih tinggi
anclang : (nganclang) berjalan cepat
ancleng : lompat
anco : jaring untuk menangkap ikan di sungai
ancur : hancur
andel : andal, berani ; kt.lain endel,kendel
andha : tangga
andhap (bebasa) : bawah,rendah
andheg : henti ; mandheg : berhenti ; ngandheg : hamil muda.
andheng-andheng : tahi lalat
angas : bringas , watak keras
angēl : sulit
anggep : anggap ; dianggep : diperhitungkan
angger : tetap ,tidak berubah, asalkan
angger-angger : rambu-rambu, batas, ketentuan
anggē : pakai ; kt.halus (bebasa) dari anggo
anggo : pakai ; nganggo : memakai ; anggo-anggo : berpakaian ; kanggo : terpakai ; sering disingkat nggo
angkak : pewarna untuk kuweh ; mangkak : warna tidak putih
angkat : angkat,naik
angkrik : jenis ubi yang berserat , garut, irut
angkring : perabotan untuk berjualan (makanan) dengan cara dipikul
angler : nyenyak, tenang (tidur)
angles : sedih
anglo : perkakas untuk memasak dibuat dari tanah liat.
angob : menguap (membuka mulut)
angon : menggembala ternak
angot : kumat ; angot-angotan : tidak pasti, tidak konsisten
angrem : mengeram
angsop : jenis pakaian anak,celana dan baju terusan (jadi satu)
angus : jelaga
ani-ani : alat berupa pisau kecil untuk memotong padi
anjal : tidak mau diam , senang pergi
anjat : (manjat) naik
anjing : (manjing) masuk ; di-anjing-i : dimasuki
anjlog : menurun
anjog : sampai kt.lain teka
anteb : berat
antem : pukul ; antem kromo : memukul sembarangan
anteng : tenang
antep : .membiarkan
anter : antar ; kt.lain ater
anthēk : pengikut,pesuruh,bawahan
anthong-anthong : berdiri didepan pintu
anthor : jenis makanan khas Tegal semacam kerupuk
anting : perhiasan di telinga ; kt.lain . anting-anting
antog : sendawa, mengeluarkan suara ditenggorokan karena kekenyangan
antol : mantap.
antup : sengat
anuk : anu ; basang-anuk atau sanganuk : ternyata setelah itu
anyang : tawar, menawar ; anyang-anyangen, susah kencing
anyeb : tawar,dingin , tidak ada rasa
anyes : dingin sekali
aor : rasa sepet, seperti rasa air kapur
apal : hafal
apan : akan, disingkat pan
apem : jenis makanan dari tepung beras
apēn-apēn : pura-pura
apes : sial
apu : kapur untuk makan sirih
arak : minuman keras ; ngarak : mengiring beramai- ramai ; arak – arakan : pawai
arang : jarang
aras-arasen : malas mengerjakan sesuatu
arem-arem :. jenis makanan semacam lontong berisi daging,sayuran dll.
areng : arang
arep : akan, mau
ari : jika ; ari - ari : tembuni, placenta
arip : ingin tidur, mengantuk
arit : sabit ; ngarit : mencari rumput
aruh-aruh : memperingatkan , menyapa.
asah : menajamkan , menggosok; asah – asah : mencuci piring, gelas, dll.
asat : air surut ; disingkat sat
asor : rendah ; andhap-asor : tata krama
asrep : tawar, tidak berasa
asto (bebasa) : tangan
asu : anjing
atanē : lantas, terus, kemudian
atas : suara keras
ater : antar ; ater-ater : mengantar makanan, kata pengantar sebuah buku.
athang-athang : terlentang ; turu ngathang-athang : tidur terlentang
atho-atho : asal ada,asal kelihatan ; kanggo atho-atho : sekedar asal kelihatan
ati : hati ; ati-ati : hati-hati
atis : dingin
atos : keras.
atrēt : mundur, dari bhs Belanda achter uit
atur : memberi atau menyuruh untuk orang yang dihormati ; atur-atur : mengundang untuk kenduri atau menghadiri hajatan.
awag : awur ; ngawag : ngawur ; awagan : sekenanya
awak : badan ; awak-abang, kiasan , tidak membawa harta benda sedikitpun
awan : siang
awang-awang : angkasa ; awangan : mencongak (berhitung).
awas : awas ; kt.kiasan ora prawasan : buta.
awat-awat : rangka
awē-awē : memanggil dengan melambaikan tangan
awēt : tidak cepat rusak , tahan lama
awis (bebasa) : mahal ; awis-awis : jarang-jarang
awit : mulai ; kt.lain wiwit
awu : abu ; kata kiasan ketiban awu anget : kena sial
awug-awug : jenis makanan dari singkong
awul-awul : jenis makanan dari singkong
ayak : saring ; ayakan : saringan
ayang-ayang : bayangan
ayid : berlendir, licin ; kt.lain yiyid : lendir
ayu : cantik
ayub-ayuben : bangun tidur tetapi masih terasa mengantuk


c


cablak : suara keras ; ngecablak : bicara dengan suara keras
cacag : cincang
cacah : potong kecil-kecil , hitung ; cacah –rucah : campur aduk
cacak : coba
cadhil : sejenis makanan bubur dari tepung tapioka dibentuk bulat-bulat kecil
cagak : penyangga
candhak : cekal, pegang ; candhak-kulak : sistem dagang skala kecil dengan cara menghutang barang dagangan,setelah lunas menghutang lagi ; nyandak : cukup
cangap : membuka mulut orang lain
cangkang : kulit yang keras (kacang, udang dsb.)
cangkem : mulut
cangking : menjinjing ; k.kiasan : ikut dibawa
cangklong : jenis pipa berbentuk melengkung
cangkol, : kait, kt.lain canthol
canthēl : mengaitkan pada sesuatu
cantheng : penyakit bengkak pada jari akibat infeksi
canthing kb. takaran kecil untuk benda cair (minyak,kecap dsb)
canthol : lih. cangkol
cara : nama kue
carabikang : nama kue
carang : ranting bambu ; carangan : cerita wayang versi lain,bukan versi baku atau pakem
carik : sekretaris desa
cathēk : patuk , menggigit dengan tiba-tiba (mis.ular)
cathet : catat
cathok ; kait untuk merapatkan tutup (tas, kopor dll).
cathut : tang ; tukang catut : makelar, perantara
catu : jatah, pembagian tetap
cawak : bicara dengan suara keras
cawē-cawē : kk. ikut membantu
cawēl : memegang ,mengambil sambil lalu ; arti kiasan : mengundang sambil lalu
cawet : celana dalam
cawik : cebok ; kt.lain cewok
cawuk : mengambil sesuatu dengan gerakan cepat
cēbol : kerdil
cēbong : berudu , anak katak yang masih berekor
ceblok : tancap
cebrik : becek
cecek : cecak, titik (tanda baca)
cēcēk : nangka muda
cecer : cecar , terus bertanya, terus menerus
cēdhal : . tidak dapat melafalkan (huruf “r” dengan jelas)
cedhek : dekat ; kt.lain padhek, parek,perek
cēdhok : mengambil sesuatu menggunakan alat semacam sekop atau gayung kecil.
ceg : ambillah (kata seru)
cegat : cegat, menghentikan
cēgēr, kk.mengandalkan
ceguk : suara tenggorokan saat menelan air ; ceguken : tenggorokan sering berbunyi seperti tercekik ; kt.lain segu
cekak : pendek,tidak cukup ; kt.lain cupēn.
cēk-cēk : di-cēk-cēk : makanan yang hanya diaduk-aduk,tetapi tidak dimakan (karena tidak berselera)
cekel : pegang ; candhak-cekel : behutang dengan jaminan barang
cēkēr : jari kaki ayam ; kt.lain cokor
cēkli : mungil
celak : celak,penghitam sisi mata,agar mata kelihatan lebar (kosmetik)
celēk : ujung penis
cēlēng : babi hutan ; cēlēngan : tabungan (dahulu dibuat dari tanah liat,berupa patung babi ayam jago untuk menyimpan uang receh)
celong : wajah jadi kurus dan pucat
cemat-cēmot : wajah coreng moreng
cemeri-ceri : benci sekali
cemol : memegang benda yang empuk
cēmong : kotor kena jelaga atau sesuatu yang hitam
cemong : tempat air dari seng
cempal : kain untuk menahan panas saat memegang panci atau penggorengan
cempaluk : buah asam yang masih muda
cempé : anak kambing
cēmplak : posisi saat akan menaiki kendaraan atau menunggang kuda
cemplung : jatuh kedalam air
cempulek : ternyata kemudian
cemreces : perasaan dingin sampai ke hati
cendhek : pendek,tidak panjang
cendhēp : pendek , tidak tinggi, kt.lain . endhēp
cengeng : pegal, atau cape di bagian leher,karena melihat lama ke satu arah
cēngēng : sering menangis
cengir : menyeringai
cengis : cabe rawit
cengkal : penyangga supaya berdiri tegak, .penyangga kain sarung anak sunat,dibuat dari sabut kelapa agar kain sarung tidak menempel di luka kemaluan
cēngkēh : sisir pisang
cengkir : jenis kelapa berwarna kuning bentuknya kecil
cengkiwing : dibawa dengan satu ta-ngan
cengklong : berkurang
cēngkrong : sabit
cēnos : belum berisi (mis.kacang tanah yang masih muda)
cēnthong : perkakas dapur untuk mengambil nasi
centhung : . cangkir besar dari seng
cep : kata seru menyuruh diam
cepel : setengah (hampir) kering
cēpēr : bentuk rata
ceplik : pelita, lampu minyak kecil
ceplos : menusuk kedalam
cepon : wadah berbentuk bulat yang dibuat dari anyaman bambu
cēprēt : memercik air ; kt.lain. ciprat
cer : langsung (dipakai dalam urutan keluarga,mis.adhi cer : adik langsung ; kakang cer : kakak langsung)
cērēm : mudah sekali
cēspleng : manjur sekali
cetha : jelas kelihatan
cethak : . langit-langit rongga mulut
cēthēk : dangkal
cethil : sejenis kue terbuat dari singkong
cething : bakul kecil untuk tempat nasi dsb.
cethit : cubitan kecil, dengan dua ujung jari ; kecethit : terkilir.
cethot : cubitan besar .
cēwok : cebok, mencuci dubur atau kelamin sesudah buang air
ciblon : bermain-main air di sungai dengan tangan, sehingga menimbulkan bunyi
cidhuk : gayung, perkakas untuk mengambil air dari bak atau tempayan
cikal : buah kelapa yang sudah dikupas, untuk memasak
cikar : pedati kecil , biasanya ditarik oleh manusia
cincing : mengangkat atau menggulung kaki celana supaya tidak kena tanah atau air
cindhil : orok tikus
cindhung : kopiah
cingcing : syn. cincing
cingkrang : kurang panjang, tidak cukup
ciplos : mata (bahasa kasar)
cithang cithing : memegang sesuatu dengan menggunakan dua jari, karena merasa jijik.
ciu : arak, jenis minuman keras.
ciut : . sempit
clamit : perilaku gemar meminta
clekadhong : meminta dengan menengadahkan telapak tangan
clereng : perasaan / keinginan sekilas yang datang tiba-tiba
clingkrik : gaya mau menaiki sesuatu (kendaraan,kuda dll)
clinguk : tengok, toleh ; clingak - clinguk : tengok kiri kanan,kebingungan.
clingus : malu
cliring : nama cengkerik (jangkrik) jenis kecil : kt.lain sliring
cluthak : perilaku gemar mengambil atau minta sesuatu milik orang lain
cobē : calo , orang yang disuruh membujuk orang lain agar mengikuti kemauan orang tertentu
cocol : menempelkan makanan (ikan,lalapan dsb.) ke sambal ; kt.lain tutul,cowēl
cocot : mulut (ungkapan kasar) ; kt.lain bacot
cocrop, menyedot cairan dengan mulut ; kt.lain . cucrup
codhot : kelelawar pemakan buah-buahan
cokor : kaki unggas ; kt.lain cēkēr
cokot : gigit
colok : memasukkan / menusukkan sesuatu benda yang berbentuk panjang dan runcing
colong : curi
combēran : saluran pembuangan air limbah rumah tangga
compong : perilaku tidak waras
congor : mulut kerbau,sapi,kambing dsb.
cono : bisul di kepala
conthēng : centrang, bentuk coretan untuk menandai ( )
conthong : daun atau kertas pembungkus makanan berbentuk kerucut
coplok : lepas
coro : kecoa
corob : kelainan pada kulit kekurangan pigmen
corok : melebihi ukuran yang ditentukan ; nyorok, mengambil hak (mis.tanah) orang lain .
corong : peralatan berbentuk bulat untuk memudahkan menuangkan cairan (mis.minyak) ; corong lampu : gelas penutup sinar lampu ; kt.lain semprong.
cowēl : patah, hilang sebagian (kecil); kt.lain gompèl.
cowèt : peralatan dapur untuk menumbuk sambal.
crēngkēng : susah diatur, selalu melawan.
crepu : sejenis sandal jepit tempo dulu
cret : sedikit ; sacret : sedikit sekali
crowok : mengambil sebagian.
crumut : wajah yang masih kotor (belum mandi)
cruwek : jorok.
cublek : (nyublek) tancap ke bawah
cucrup : menyedot dengan mulut.
cucus : tusuk
cukil : .mengambil sebagian (kecil) dengan alat yang tajam
cul : kependekan dari ucul, lepas.
culik : culik
cumbu : selalu ingin berdekatan
cumped : pendek, tidak cukup ; kt.lain cupēn
cungir : lih. cengir.
cungkir : sorok, peralatan tukang batu
cungur : hidung
cunil : mengikat rambut bagian atas
cunong : jidat menonjol ; kt.lain nong nong
cunthel : tidak cerdas ; kt.lain. jendhel
cup : kata seru, jangan diteruskan
cupar : lelaki tetapi suka mengerjakan pekerjaan perempuan
cupēn : tidak cukup, hanya sedikit
cupet : pendek,sedikit sekali
cuplak : sejenis penyakit kulit seperti jamur kecil biasanya tumbuh di tangan.
curut : tikus
cuthat : menyingkirkan benda kecil dengan cara menjentikkan jari telunjuk
cuthik : .mengambil sesuatu dengan sepotong bambu/kayu kecil sedikit demi sedikit.
cuwa : kecewa
cuwil : memotong (mengambil) sedikit dengan dua jari
cuwol : mengambil banyak dengan lima jari


d


dableg : tidak patuh, tidak mengindahkan
dada : padahal ; sering dipanjangkan menjadi dadaha
dadak : mendadak
dadal : ambrol (bendungan atau tanggul)
dados (bebasa) : jadi ; (ngoko) dadi
dalah : menaruh ; syn. dokon
dalal : maaf
dalan : jalan
dalu : matang sekali (buah)
dalu (bebasa) : malam ; (ngoko) bengi
dandan : memperbaiki
dandang : peralatan masak berbentuk tinggi biasanya terbuat dari tembaga
dandos (bebasa) : memperbaiki ; (ngoko) dandan
daning : kok
dangu (bebasa) : lama ; (ngoko) suwē
dara : burung merpati
degēg : tegak,tidak bungkuk
deleg : jenis labu yang besar dan panjang berwarna hijau muda ,jenis ikan gabus
dērēng : (bebasa) belum
derep : menuai padi
deres : lebat (hujan) ; nderes : tadarus,membaca al Qur’an
dhadhung : tali besar terbuat dari bambu untuk mengikat kerbau/sapi
dhahar (bebasa) : makan ; (ngoko) mangan
dham- dhaman : permainan sejenis halma/lido
dhampar : rel ; dhampar sepur, rel kerata api
dhang : jika sedang ( singkatan dari adhang) ; kt.lain . dhong
dhasaran : lapak untuk berjualan
dhateng (bebasa) : datang ; kt.lain dugi ; (ngoko) teka
dhat dhet : tidak lancar, ragu-ragu
dhawet : jenis minuman dengan santan dan gula dicampur adonan tepung beras yang dibentuk kecil-kecil.
dhēdhēl : lepas jahitan ; majemuk dhèdhèl dhuwèl : compang camping
dhedheg : pukul menggunakan genggaman tangan
dhedhes : bertanya intensif agar mengaku ; teles-dhedhes : basah kuyup
dheg : menirukan suara jantung ; dheg-
dhegan : berdebar-debar
dhēglag : kaki pincang
dhēhēm : batuk-batuk kecil
dhēk-dhēki : sudah diincar sebelumnyauntuk dimiliki
dhekok : melesak ke dalam ; ndhekok (istilah kasar) tidur
dheleg-dheleg : bengong
dhenganē : pantesan
dhengkil : kaki kambing
dhēngklēk : jalan berjingkat dengan satu kaki
dhengkul : lutut
dhepa : ukuran panjang menggunakan dua lengan dibentangkan ; ndhepa : berbaring tengkurap ditopang siku
dhet lur : tarik ulur
dhingin : dulu, awal ; kt.lain dhisit
dhodhog : ketuk ; dhodhog-dhodhog : mengetuk pintu dengan keras ; syn. thothok-thothok
dhodhok : jongkok
dhodhos : membuka paksa
dhog : baru sampai ; dog-los : baru sampai langsung pergi lagi
dhogēr : onggeng
dhokoh : lahap
dhompol ; buah yang banyak dalam satu tangkai
dhong : singkatan dari adhong, jika sedang ; kt.lain dhang
dhorèng : corak kain model tentara ; kt.lain lorèng
dhothor :. (ndhothor) ,berdiam diri sambil jongkok
dhudhuk : menggali tanah ; kt.lain kedhuk
dhukuh : tempat pemukiman
dhugal : marah
dhupak : menyepak,menendang
diker : sangat asyik, sehingga tidak memperhatikan keadaan sekitar
dikir : zikir
dlanggung : jalan
dlapēr : berbaik2 dengan cara merendah
dlosor : merendah
dokon : lih. dalah
dodol : menjual, nama kue
dol : kependekan dari adol atau dodol, menjual.
dom : jarum ; dondom : menjahit
donga : doa
dopok : bicara omong kosong, bicara bohong
doran : gagang pacul yang terbuat dari kayu
dreman ; banyak anak, pandai merawat anak meskipun banyak anak
dremimil : nyinyir , bicara terus menerus
dremimis : ceriwis
drodhot : tembakan beruntun , bunyi senjata otomatis
dudu : bukan
duduh : kuah
dudul : jenis pancing yang berjoran panjang , mengulang undangan untuk kenduri
dugi (bebasa) : datang ; sampai ke ; kt.lain dhateng ; (ngoko) teka
dulang : menyuapi (bayi)
dulit : mencolek dengan ujung jari telunjuk
dum : memberi bagian ; keduman : kebagian
dunya : dunia , harta benda
durung : belum


e


ēbēn : biar, agar,supaya ; biasa disingkat bēn
ēcēl : keluar dari rel (kereta api) ; kt.lain selip
ēco (bebasa) : enak ; (ngoko) enak
ēcol : enak ; ènak ècol : enak sekali
ēdan : gila
ēdhēg : senang bergaya
ē’ē : buang air besar (bahasa anak-anak)
ēgin : masih ; lih.tegin, tesih
ējēr : melarutkan dengan air ; lih. ajèr
ēk : tera (memeriksa secara berkala alat timbang dan ukur, dari bhs.Belanda eyk)
ēlik : istri (penganten baru) yang kembali kerumah orangtuanya karena belum siap berumah tangga
ēling : ingat, sadar
elom : kecewa ; lih.lom
embil : mengambil/memetik buah-buahan
ēmbrēt : menarik (mencari penumpang) dokar / delman
embuh : entah,tidak tahu
embun-embunan : ubun-ubun
emod : lembek,tidak keras ; lih.mod
emoh : tidak mau m; kt.lain emong atau mong
empēng : dot bayi ; ngempēng : menyusu
emplok : memasukkan makanan kedalam mulut dengan tangan
empok : mengentuti, mengarahkan pantat saat ber-kentut,membelakangi ; empok-empokan : dua bangunan rumah saling bertolak belakang
empot : sedot menggunakan mulut ; kt.
lain kenyot
empuk : empuk ; empuk-empuk, perke
del
ēmut : ingat,sadar ; kt.lain èling
ēncēr : encer, tidak kental
encit : kain (bahan pakaian,tekstil)
encot : injak
ēncrēt : oli,minyak pelumas
ēndah : agar,supaya
endhas : kepala
endhek-endhek : endapan
endhēp : pendek,tidak tinggi ; lih. cendhèp
endhut : lumpur
ēng : marahan ; èng-èngan : tidak bertegur sapa
ēnggal (bebasa) : baru , hampir ; kt.lain. mèh ; (ngoko) anyar
ēnggal-ēnggal (bebasa) : cepat-cepat,segera
engko : nanti ; lih.mengko
ēnjing (bebasa) : pagi ; kt lain ēnjang
(ngoko) ēsuk
entos (bebasa) : menunggu,menanti ;
entēng : habis ; kt.lain entok atau entong
ēntrok : kutang (bh) jaman dulu
enyong : saya , aku ; kt.lain inyong
ēpēk-ēpēk : telapak tangan
ēram : heran
ērēk-ērēk : sejenis judi menggunakan nomor 1 sampai 100 dalam lembaran bulat yang diputar sehingga berbunyi “rèk-rèk”.
ēsem : senyum
ēsuk : pagi
ētang (bebasa) : hitung ; ētang-ētung : dihitung-hitung
ētēran : berjualan barang-barang kecil / murah dipinggir jalan.
ēthor, mampu (bhs.kasar) kt.lain . jègod
ētung : hitung ; ētung – ijir : (kia-san) kikir




h


hawek, nafsu ingin memiliki
ham : ragu-ragu ; biasanya diulang ham-ham
harikling : amit-amit
haha-hēhē : senang bercanda


i


ical (bebasa) : hilang ;
icip : mencicip (makanan)
idep : bulu mata
ider : berkeliling
idhep : tahu ; idep-idhep apa : memohon pertolongan
idin : ijin
idu : ludah
ijag-ijig : mondar mandir
ijir : hitung ; ētung-ijir : serba dihitung, pelit
ijol : tukar
ikal : gulung (benang,tali)
ikut : ujung kemaluan yang belum disunat
ileb : tutup ; lih.ineb
iler : air liur
ilir : kipas
ilok : baik ; ora ilok : tidak baik,tabu
ilokēn : masa iya
ilon-ilon : ikut-ikutan
imbu : peram
imbuh : tambahan, bonus
iming : iming-iming : perangsang (agar tertarik)
impleng : intip ; kt.lain inggeng,injen
impur : kaki X (kaki terbuka keluar)
incer : incar
incup : 1.belum mekar 2. memegang dengan ibu jari dan telunjuk (mis.memegang ekor capung)
indhik-indhik : diam-diam, intai
indhit : menggendong disamping (mis.tempayan)
ineb : tutup ;
inger : belok ; minger : berbelok
inggek : berenang
inggeng : intip kt. lain injen
inggih : (bebasa) iya, ya
ingkel : injak, tindih ; diingkel-ingkel : (kiasan) diperas tenaganya
ingsed : geser,pindah tempat ; kt.lain ingser
ingser : lih. ingsed
ingus-ingus : mengendus
inter : membersihkan beras mengguna kan nyiru dengan cara diputar-putar
intip : kerak
inung : minum ; inung-inungan : minum minuman keras
inyong : aku, saya
i-o : jenis permainan anak-anak
ipē : ipar ; adhi ipē : adik ipar
ipit-ipit : gerakan mengipas
iri : iri
irig : ayakan dari bambu
iris : sayat
irit : irit, tidak boros
irus : perkakas dapur untuk menciduk sayur
isel : padat berisi
isin : malu
ising : berak,buang air besar ; ising-isingen : berak-berak (diare)
isis : terasa dingin kena angin, dikeringkan dengan cara dianginkan
itil : kelentit, clitoris
iyu : panggilan untuk kakak perempuan atau wanita yang lebih tua ; lih. yu




k


ka : kok
kabongan : ephoria, mumpung
kacēk : beda, selisih
kacip : alat pemotong berbentuk gunting
kadhēhē : jumlahnya
kadhēt : copet
kados (bebasa) : seperti ; kados pundi ;bagaimana
kadut : karung ; ula-kadut :sejenis ular
kajogan : kecewa ; kt.lain keduwung, gela
kakang : kakak
kaki : pondasi , kakek ; buka kaki : menggali pondasi
kaki-kaki : kakek-kakek
kalah breg : kalah sekali
kaligané : berubah,berganti tanpa diketahui sebabnya
kaliren : kelaparan
kalis : terbebas
kalo : peralatan dapur untuk menyaring dibuat dari bambu
kalong : codot,kelelawar pemakan buah , berkurang
kambang : apung ; ngambang : terapung
kambuh : penyakit atau sifat yang muncul kembali
kami : awalan yang menunjukkan keadaan tertentu,biasanya disertai akhiran –en atau –an , mis. kamitenggengen : memandang tak berkedip ; kamisosolen : bicara gugup hingga sering salah ; kamigilan : ngeri ;
kamisesegen : terisak-isak
kamijara : sereh
kamir : sejenis kue semacam serabi dari tepung terigu
kamitetep : sejenis kutu yang menyebabkan kulit gatal
kamot : muat
kamprēt : lih. kalong
kanca : teman
kanclep : tidak nampak,tenggelam
kanclep : tenggelam,masuk kedalam,tidak kelihatan lagi
kandhegan : kondangan
kang : panggilan kepada kakak lelaki atau lelaki yang lebih tua ; singkatan dari kakang
kanggē : (bebasa) dapat dipakai
kantun (bebasa) : tertinggal ;
kantug : sampai
kantun (bebasa) : tertinggal ; lih.kari
kapecirit : berak di celana, buang air besar tidak tertahan
kapiran : tidak terurus
kari : tertinggal ; kt.lain gari,kēri
kasab : mencari nafkah
kasil : hasil
kathah (bebasa) : banyak
kathil : keranda
kathok : celana
kaur : sempat
kawak : tua sekali , tidak naik kelas
kawēl : bibir dower
kaya : seperti ; kt. lain kayong
kayang : melenturkan badan kebelakang dengan kepala kearah bawah
kayas : warna pucat
ke : awalan kata yang berarti a.tidak sengaja mis. ke-gawa : ter-bawa b. terlalu mis. ke - dawan : terlalu panjang
kebek : penuh
kebel : membawa sial
kebelet : sudah ingin sekali
kēbēl : kidal
keblēthēngen : tak tahan ingin buang air besar
keblek : (bahasa lama) sepeda motor
kebluk : tidur sulit dibangunkan
kebul : asap
kebut : kebas,membersihkan debu dengan kain atau kemoceng
kēci : nomer urut paling belakang
kecut : asam sekali
kedadēn : kejadian
kedangdapan : panik
kēder : bingung
kedhing : sekalian, juga
kedhuk : gali
kedimaha : sengaja
keduman : kebagian, mendapat bagian
keduten : anggauta tubuh berdenyut sendiri,sering dimaknai sebagai firasat
keduwung : kecewa ; syn. kajogan,gela
kejet-kejet : kejang-kejang
kekeb : tutup pasu atau dandang
kekējēk : menggerakkan kedua kaki saat menangis
kekep : peluk
kēkēt : lengket , jenis ulat
kēkuk : kaku, tidak leluasa
kelang : keras
kelar : selesai
kelem : tenggelam
kēlēr : membawa dengan cara diseret
kelēr-kelēr : dagangan tidak laku
kelin : cara menjahit dengan dilipat telebih dahulu.
kelon : tidur dalam pelukan ibu
kelungsē : terlambat makan
kemanjon : setengah jadi , tanggung, tidak sempurna
kemaruk : makan banyak setelah sembuh dari sakit
kemayu : berlagak cantik
kembu : alat penangkap ikan terbuat dari anyaman bambu
kemecer : rasa ingin sampai keluar air liur
keminclong : berkilau ; kt.lain kinclong
kemladhēan : benalu
kemlakaren : perut kekenyangan
kemlandang : gema , pawang dalam pertunjukan seni tradisional mis.sintren,lais,kuda lumping dsb.
kemlēbat : melintas cepat
kemlethak : besar kepala, sombong
kemreki : kutu
kemrenyem : perasaan enak dibadan
karena berendam diair hangat
kemringet : keringatan
kemriwik : gemercik ; kt. kiasan pe-rut lapar
kemriyuk : renyah
kemronyos : panas sekali setelah diba-kar , mis. satai
kemropok : marah dalam hati
kemrungsung : suasana hati tidak tenang
kemureb : tengkurap
kēmutan : teringat ; dari kata ēmut : ingat
kencur : kencur,rempah untuk jamu; prawan kencur (kiasan) : gadis kecil
kendel : tidak takut
kēndel (bebasa) : berhenti, diam ; kt.lain mēndel
kendhang : alat musik/gamelan
kendhat : gantung diri
kendhi : tempat air minum (semacam teko) terbuat dari tanah
kendho : kendur , kalong besar
kēngkēn (bebasa) : menyuruh
kenthang-kenthang : dibiarkan begitu saja
kentheng : giat
kenthir : kurang waras
kenthor : isolator dari gelas untuk mengikat kawat listrik/telpon
kenthos : embrio yang terdapat didalam buah kelapa yang sangat tua
kēndel (bebasa) : diam, berhenti
kēntir : hanyut
kenyot : lih. empot
kenur : tali pancing
kepancal : tertinggal kendaraan karena terlambat datang di setasiun/terminal
keplak : pukul dengan telapak tangan
keplēak : terinjak benda licin
kepokoh : terpaksa
kepontal-ponthal : tunggang langgang
kepras : potong pendek
keprucut : terlanjur
kepruk : pukul di kepala
kepus : mematikan api/lampu dengan cara ditiup
kepyur : tabur
kerah : bertengkar
kērē : pengemis
kērem : tenggelam
keri : geli
kēri : tertinggal
kerigan : kerja bakti memebersihkan selokan,jalan kampung,musola.
kerik : menggaruk dengan benda tipis ukuran kecil,biasanya menggaruk badan dengan uang logam untuk menyembuhkan masuk angin
kerok : kerik dengan ukuran yang lebih besar
kēron : tidak konsentrasi melakukan sesuatu karena memikirkan yang lain ,
tidak tega meninggalkan karena takut terjadi sesuatu
kēsah (bebasa) : pergi ; (ngoko) lunga
kesasar : tersesat
kēsēd : injakan pembersih kaki biasanya ditaruh didepan pintu
kesed : tidak licin
kesel : capek
kesenggruk : tersedak
kesingsal : tidak terlihat
kētang : biasanya ditambah kata ora menjadi ora kētang , meski hanya
ketar-ketir : cemas
ketēpolan : tidak mampu berjalan cepat
kethēthēr : tidak mampu mengejar
kethu : topi/mahkota berbentuk bulat dan tinggi
ketlingsut : tidak hilang tetapi hanya terselip.
kētol-kētol : paha dan pinggul yang besar
ketriwal : syn. ketlingsut.
kidul : selatan
kijing : batu/bata yang disemen diatas makam
kilan : jengkal, mengukur dengan bentangan ibu jari dan jari kelingking
kilēn : (bebasa) barat
kileng-kileng : tampak seperti berminyak.
kili : benda halus/lembut yang dipakai untuk menggelitik telinga atau untuk menggelitik cengkerik (jangkrik) agar bersuara dan mau diadu
kinang : ramuan (racikan) makan sirih
yang terdiri dari daun sirih, kapur,gam-bir dan tembakau
kinca : kuah gula santan
kinclong : mengkilap
kinthil : ikut dibelakang
kiong : keong ; kiyongan : mata kaki
kipat : kibas
kirang (bebasa) : kurang
kirik : anak anjing
kiter : belok memutar
kithing : cacat jari yang tidak bisa lurus (menekuk)
kitir : kartu pembayaran
kitiran : baling-baling
kiyeng : berminat mengerjakan sesuatu
kiyer-kiyer : mata yang memicing
kiyongan : lih.kiyong
kekirig : menggerak-gerakkan badan dengan cepat
klalaran : tidak terurus ; syn. klēlēran
klalēn : lupa
klambi : baju
klaras : daun kering , kulit jagung yang kering biasa digunakan untuk melinting rokok
klayu : ingin ikut sekali
klebes : kata majemuk teles –kebes , basah kuyup
klēkaran : duduk-duduk dilantai
klelar-kleler : lamban
klēlēran : lih. klalaran
klendhangan : pergi tanpa arah/tujuan
klenger : pingsan
klēntab : melintas sekejap
klentik : minyak kelapa
klenyis : rasa tidak begitu manis
klēos : pergi begitu saja
klepek : terkapar tak berdaya
klēpēk : istilah untuk mengundang burung dara jantan (yang sedang terbang) dengan cara memegang dan menggerak-gerakan burung dara betina
klepon : jenis kue dari tepung ketan berbentuk bulat dimakan dengan parutan kelapa
klerek : biji lerak, biasa digunakan un-
tuk mencuci perhiasan atau kain batik
klethak : gigit dengan kuat
klikikan : bunyi perut yang lapar
klilip : sesuatu yang masuk kedalam kelopak mata
klimis : licin dan bersih
klintong : sekedar berjalan
klithik : bunyi benda-benda kecil saling beradu ; kacang – klithik : kacang goreng
kloloden : tertelan makanan tidak bisa masuk tenggorokan
klomoh : basah sekali oleh minyak
klopot : kotor
klothēhan : mengerjakan sesuatu hingga tangannya kotor
klothok : kelupas
klowoh : tempat kecil berbentuk bulat terbuat dari tanah (gerabah)
kloyong : pergi begitu saja ; kata majemuk kloyang-kloyong : pergi kemana-mana
kluban : sayuran matang diberi bumbu sambal kelapa , urap
kluncur : basah
kluron : keguguran
kluthuk : gedhang kluthuk : pisang batu : desa kluthuk : kampung sekali (udik)
kluyur : jalan kemana-mana
kobēl : gerakan tangan mencuci dubur
kober : sempat
kogel : berkenan,ingin memberi
kojot : (kojot-kojot),kejang-kejang ; gerakan tubuh hampir mati ; kt.lain kejet-kejet
kokoh : makan nasi yang dicampur dengan kuah (mis. sayur,soto dsb).
kokop : minum langsung kemulut
kokosan : sejenis duku
kolēh : campur, aduk.
kolon : kejam
kolor : tali ; celana kolor : celana pendek bertali
kolu : tega
kondhor : hernia
kongkon : suruh ; disingkat kon
kongseb : jatuh terjerembab
konthol : kelamin laki-laki
kopēt : dubur belum dicuci setelh buang air besar
koplak : terminal dokar (sado)
kopok : sakit telinga bernanah
koprot : berdarah-darah
kor : anak kutu rambut
korap-karēp : sangat tidak cukup
korēd : mengambil yang tersisa
korog : memegang sambil diguncang.
korup : memadai ; ora korup , tidak sesuai,tidak memadai
kosēk : membersihkan dengan gerakan tangan memutar
kotoran : datang bulan,menstruasi
kowen : kamu, engkau
kowèr : suara tangis bayi ; bayi kowèr : bayi yang baru lahir ; tai kowēr : kotoran bayi yang yang baru lahir
kraca : sejenis keong
krakal : bongkahan batu kapur (gamping)
kramas : keramas,mencuci rambut dengan sampo
krangkēng : kurungan terali besi digunakan untuk mengurung penjahat atau binatang
kreas : tidak lembek, agak keras ; gedhang kreas : jenis pisang yang agak keras
krēcēk : masakan dari krupuk rambak biasanya untuk melengkapi nasi gudeg
krēkēlan : naik dengan susah payah
kremes : jenis kue kering dari ubi jalar dan gula merah
krēnah : syarat untuk menghindari kesialan
kridhong : menutup tubuh dengan kain sarung
krikil : batu kecil-kecil
kriwil : rambut yang ikal kecil-kecil
krogat-krogēt : bergerak-gerak
krongo : jenis lalat buah berbentuk kecil
kronjot : keranjang bambu berbentuk panjang
kropok : keropos
krotak : bunyi benda jatuh ; kelas krotak : kelas kambing
krowak : hilang (berkurang) sebagian
krowolan : menggumpal
krudhung : kerudung
kruma : kuman
kruntelan : berdesakan.
krutug : dilempari batu
kruwek : membuat lobang
kruwes : meringkas,meringkus
kubuk : (pakaian)sempit, tidak longgar
kucek : kucek (cara mencuci pakaian)
kucir : rambut dipanjangkan dibelakang
kudang : menimang anak sambil mengharapkan agar sang anak menjadi seuatu yang dicita-citakan
kukul : jerawat
kukur : garuk
kukus : merebus dengan kukusan
kulak : berbelanja untuk dijual lagi
kuli : kuli, orang suruhan
kulon : barat
kulup : ujung penis yang tertutup karena belum dikhitan
kum : rendam ; kungkum : berendam
kumat : kambuh
kunci : kunci, sejenis tanaman untuk bumbu
kuncung : potongan rambut panjang ditengah
kungkum : berendam di kolam atau sungai
kunir : kunyit
kuntul : sejenis burung rawa berkaki panjang warnanya putih
kupat : ketupat
kur : hanya ; kt.lain mung atau mung-mungē
kurang : kurang
kuther : cacat telapak tangan tidak bisa lurus (bengkok)
kuthung : baju tak berlengan
kutil : kutil, penyakit kulit berupa benjolan kecil-kecil
kutru : dipukul terus menerus dengan cepat
kuwali : perkakas memasak dibuat dari tanah (gerabah)


l


labas : tembus
labrag : labrak, hajar
ladak : gaya bicara keras (wanita)
ladhēn :
ladhēn : pembantu tukang batu
ladhon : lahan sawah
lading : pisau
lagaran : tanpa bantuan/sarana apapun
lais : kesenian rakyat diwilayah pantura barat Jawa Tengah
lajo : pekerjaan menuai padi ditempat yang jauh
laku : jalan
lalab : sayuran yang dimakan mentah
lalawora : tidak sunguuh-sungguh
lali : pulas, nyenyak ; turu lali : tidur pulas
lampar : suka pergi ke tempat yang jauh
landhung : panjang kebawah,cukup panjang
langka : tidak ada ; langka-langka : khas, jarang ada ; kt.lain laka-laka
langkung (bebasa) : lebih ,lewat
langlang : memeriksa sambil berjalan
langsē : gorden
lanyah : lancar karena sudah sering melakukan
laos : lengkuas
larad : lari cepat tak terkendali
larang : mahal
las : butir gabah yang tercampur di beras
latan : terus ; latanē : seterusnya ; kt.lain atan, atanē
latopya : jenis kue khas Tegal
latu : percikan api dari bara
lawang : pintu ; lawang ireng : (kiasan) penjara
lawas : lama
lawon : kain putih,mori.
layah : sejenis piring dari tanah (grabah)
layos : tenda untuk upacara ; kt.lain ta-rub , tragtag
leder : pahit sekali
leg : telan
lega : luas, tidak sesak
leged : kotoran ; legedē , sebutan penghinaan atau ejekan untuk seseorang
lekēk : asin sekali
leklok : tubuh lemas
leled : berbutar dengan kencang
lemah : tanah
lēmbēan : ayunan tangan saat berjalan
lemi : lumpur halus
lempeng : lurus
lēmpēng : papan
lemper : jenis makanan dari ketan berisi daging jang dibungkus daun pisang
lēmpoh : capek, loyo
lemu : gemuk
lemud : nyamuk
lenggah (bebasa) : duduk ; kt.lain linggih
lenggaong : penjahat besar,bajingan
lenggarangan : musang kt.lain luwak
lengguk : daun ketela (ubi rambat)
lenggurungan : tenggorokan
lenggut-lenggut : mengantuk
lēng : liang tempat tinggal hewan kecil,serangga dan hewan melata
lēngko : nasi dengan campuran tahu goreng,tauge,mentimun dan sambel kacang
lepat (bebasa) : salah
lepet : sejenis makanan dari ketan yang dibungkus daun kelapa, biasanya dihidangkan pada Hari Raya Idulfitri
ler : satuan benda kecil dan panjang, mis. rambut, rokok dsb ; rokok sa-ler : rokok sebatang
lēr : diratakan
lēr (bebasa) : utara ; (ngoko) lor
leri : air cucian beras
lesung : tatakan terbuat dari kayu berbentuk panjang untuk menumbuk padi (biasanya untuk 2-3 orang penumbuk)
lethek : kelihatan kotor
lēwa : tingkah laku tidak sewajarnya ; kakēhan lēwa : banyak tingkah ; ninggal lēwa : tingkah laku aneh orang yang mau meninggal dunia
liganē : untungnya ; kt.lain kaliganē atau dilalah
lim : lem,perekat
lim : lem,perekat
lindhu : gempa
linggih : lih. lenggah
lingsa : telur kutu rambut
linguk : tengok,toleh
lirēn : berhenti,beristirahat
lis : pigura, daftar
liwat : melintas, melalui
liyer-liyer : mata hampir tertidur
lodod : menyorongkan kepala untuk melihat sesuatu
logro : mudah ditelan,licin ditenggorokan, longgar
lokēn : ( kt.tanya ) masa, apa iya
lokēn : masa iya
lola : anak yatim ; lola-lali : yatim piatu
loloh : menyuapi dengan makanan yang sudah dihancurkan (untuk burung/bayi).
lolos : lulus, lepas, nama jajanan
loman : suka memberi,dermawan
longok : tengok , lihat
lor : (bebasa) utara
lorog : laci
los : silahkan, langsung pergi
lothēk : rujak buah
loyang : alat untuk meletakkan kue (roti,bolu dsb) sebelum di oven , nasi kering
luged : medok (sambal, masakan)
lugu : asli ; lugunē : aslinya,sebenarnya
luk : lengkung , lekuk pada keris ; ngeluk boyok : kt.kiasan istirahat
lulut : lekat,ingin selalu ikut
lumpang : tatakan terbuat dari batu untuk menumbuk padi
lumrah : lazim , umum, biasa
lur : ulur , cacing kecil untuk umpan pancing
luru : cari ; kt.lain luruh,golēt
luthu : pencuri kecil-kecilan
lutis : rujak buah ; kt.lain lothēk
luwak : musang
luwih : lebih


mak : panggilan untuk ibu ; kt.lain emak
maos (bebasa) : membaca
mabur : terbang
maca : membaca
macanan : jenis permainan seperti halma
macēt : tidak lancar ; makan jajanan sambil minum teh/kopi
macul : mencangkul
madan : agak ; kt.lain semadan,rada
madhep : menghadap
madon : main perempuan, melacur
madon : main perempuan,melacur ; dari kata wadon : perempuan
majeng (bebasa) : maju,menghadap
majir : binatang yang terlalu gemuk dan berlemak sehingga sulit bertelur atau melahirkan (kambing,ayam,bebek)
maju : maju
magel : tanggung,tidak rampung,tidak jadi
maido : menyalahkan
ma : panggilan untuk ibu ; kt. lain ema , manē, manēnē
mal : pola,ukuran
malek : tidak pernah puas
maling : pencuri
mamah : kunyah
mampir : singgah
man : panggilan untuk paman atau lelaki yang lebih tua sebaya paman ; kt.lain mang
mana : kesana ; kt.lain mrana
mancleng : mantap
mancung : kelopak bunga kelapa atau bunga pinang
mandi : ampuh
manē : ibu , emak ; kt.lain manēnē
mangan : makan
mangap : membuka mulut, menganga
manggar : bunga kelapa atau bunga pinang
manggon : bertempat tinggal
mangkat : berangkat
mangkel : jengkel
mangmang : ragu-ragu
mangseg : kenyang dan puas
maning : lagi
mantak : menyebabkan,berakibat
mantep : mantap
manthuk : mengangguk
mantog : (istilah kasar) pulang
mantun (bebasa) : sembuh ; (ngoko) mari
mapag : menjemput
marab-marab : marah sekali
marahi : memberitahu
marek : mendekat ; kt.lain mērek
margi (bebasa) : jalan
marong : bara yang menyala
marus : darah hewan ternak
matun : menyiangi tanaman padi
mbarang : mengamen
mbedhut : nakal
mbethither : nakal
mberung : nakal
mbledhag : membuka paksa
mbledhos : pecah (ban), amblas
mbledhug : meledak
mbok : ibu ; mbok-tuwa : nenek ; kt.lain embok
mboran : yang mana saja ; kt.lain mbuh ora atau mbuh apa
mbranang : bersinar,bercahaya terang; abang mbranang : merah tua,merah menyala
mbrodhot : ambil paksa, jambret
mecing : minta bagian dari seseorang yang baru saja memperoleh uang banyak(hadiah, judi dsb)
mecucu : mulut monyong ; kt.lain mucu-mucu
mēdang : minum teh atau kopi panas
medhit : kikir, tidak suka memberi
medhok : memuai karena mengandung air
medhot : memutus
mediding : takut di ketinggian
mēh : hampir
mēk : pegang ; mēk-mēk : mengerjakan sesuatu
mekaya : mencari nafkah ; pekaya : harta,kekayaan
melar : memuai,membesar
meleg-meleg : diam saja,tidak laku
melēk : membuka mata, tidak tidur
meluku : membajak sawah
mēlēd : menjulurkan lidah
mēlok-mēlok : memakai bedak tebal sekali
mēmē : menjemur ; kt.lain mēpē
memedi : hantu
mempur : tidak keras dan tidak lembek mis. bodin mempur : singkong yang tidak keras dan tidak lembek
menangi : mengalami, pernah melihat
mencilak : mata terbuka,terbelalak
mencingis : baru tumbuh, tumbuh tunas
mencit : tinggi sekali
mēnclok : hinggap
mencolot : melompat
mēncong : tidak lurus
mencorong : bersinar
mendelik : terbelalak
mendelēng : miring,tidak tegak
mendem : mabuk
mendhem : mengubur
mendhil : kotoran kambing
mendhot : buah yang lebat
mēndrēng : lintah darat
mēnē : kemari ; kt lain mrēnē
mēnēk : memanjat
mēngēs-mēngēs : tajam sekali (mis.pi-sau)
mēnggok : berbelok ; kt.lain mlēgok
mengkirig : bergidik
mengkureb : tengkurap
mēngos : membuang muka ; kt. lain mlēngos
mēngsol : kedudukannya tidak pas
mēnjēng : genit
menthang : mengangkang
mentho : jenis makanan khas Tegal
menyat : bangkit,berdiri
mēprēl : mudah pecah
mērad : (istilah kasar) pergi
mesusi : mencuci beras
mēt : petik, ambil
mētē-mētē : sulit berjalan karena keberatan membawa beban
metek : menekan
meteng : hamil
metengi : menghamili, menjadikan ti-dak kelihatan
methakthak : duduk membuka lebar kedua paha
methangthang : bergaya ; kt.lain methēngthēng
mething : memilih yang terbaik
methongsot : duduk tenang
methukthuk : teronggok
milet : (bebasa) ikut
mimi’ : (berkata kepada anak kecil) minum
minger : berbalik arah
minggat : pergi tanpa ijin
minggrang-minggring : ragu-ragu
mingkem : menutup mulut, rapat
mipil : sedikit demi sedikit
mirong : udang goreng tepung khas Tegal
mithes : menghancurkan dengan dua
jari (ibu jari dan telunjuk), mematikan dengan mudah
mlaku (ngoko) : berjalan
mlampah (bebasa) : berjalan
mlatar : royal ; kt.lain mlastar
mlēcah : lecet
mlēgok : berbelok ; kt.lain mēnggok
mleker : retak
mlempem : tidak renyah
mlēngos : membuang muka,wajak menghadap kearah lain
mlenthing : bintik di kulit
mlenthung : bintik agak besar di ku lit (akibat terbakar atau kena air panas)
mlēot : bentuknya berubah karena tekanan ; kt.lain mlēthot
mlērok : melirik dengan mata lebar,menunjukkan ketidak sukaan.
mlethēk : terbuka
mligi : hanya, semata-mata
mlipir : berjalan menepi
mlipit : ber pakaian rapi
mlirik : melirik
mlithet : terlipat
mlithut : terlipat
mliwis : burung belibis
mlocoh : luntur, warna berubah
mlodhok : melepuh ; kt.lain mlosdhok
mlongo : mulut menganga,bengong
mlopor : berdarah-darah,luka patah
mlosod : bergeser kebawah
mludhuk : buluk
mlukēk : muntah , muak, samasekali tidak ingin
mlukok : muntah
mlumah : terlentang
mluntrah : tumpah
moang : mulai
moblong – moblong : cantik sekali
moci : minum teh yang dituang menggunakan poci (biasanya dari tanah)
modar : (istilah kasar) meninggal
modod : hampir keluar
momong : mengasuh anak ; momongan : (kt.kiasan) anak
mong : tidak mau ; kt.lain emong atau moh
monggo : (bebasa) silahkan
moni : bunyi ; monia : meskipun
mono : kesitu : kt.lain mrono
mopo : capek, tubuh lemah
mralak : kelihatan jelas
mratak : padi disawah mulai mengu-
mrekabak : wajah berubah (ingin marah atau menangis)
mrekengkeng : kejang
mrekinding : merinding, takut
mrekitik : merinding, bulu roma berdiri
mrekungkung : tidur melingkar (seperti udang)
mrengangah : membara
mriang : demam
mrinding : merinding,bulu roma berdiri
mringis : meringis
mrongos : gigi kedepan
mruluk : jatuh bersamaan (mis.buah)
mrupus : berkata besar
mruwul : tidak rata,tidak licin
mucu-mucu : mulut monyong
mudal : air keluar dari bawah
mudheng : paham, mengerti
mudul : didorong tetapi kembali lagi
mulad-mulad : api membesar
mules : mulas
mumet : pusing
munjuk : naik, keatas
mumpluk : montok
muncis : monyong
muncrat : memercik keatas
mundhak : naik harga
munel : dagingnya tebal
munjung : penuh sekali
munthuk : berbusa
muntup : keluar sedikit,keluar ujung-nya
munyel-munyel : mual, ingin muntah
munyer : berputar ; kt.lain munyeng
murub : menyala
murus : mencret,diare
mutah : muntah
muter : berbelok
mutih : menjalankan tirakat dengan cara makan nasi tanpa lauk
mutung : ngambek
muwel : penuh


n


nabrak : menabrak
nabok : memukul
nabuh : menabuh
nacak : mencoba
nagasari : kue pisang
nampa : menerima
nampi (bebasa) : menerima
nangglog : mentok
nangis : menangis
narik : menarik
ngablag-ablag : terbuka lebar (mis.pin-
nakan gayung
napēni : membersihkan beras menggu
nakan nyiru
ndarani : dikira
ndhothor : nongkrong
ndobol : buang air besar (kata kasar)
ndopok : membual
ndulek : mengorek menggunakan jari telunjuk , diganggu mahluk halus
ndungsir : menggali tanah
nedho (bebasa) : makan, minta
nempur : membeli beras
nek : mual
nēmplok : menempel
nendhag : terhalang benda keras
nendhang : menendang
neng-nengan : tidak saling tegur sapa ;
kt.lain ēng-ēngan
ngablu : tidak serius,setengah-setengah
ngalih : pindah
ngalup : malas, suka menangis malam-malam
nganclang : berjalan agak cepat
ngandhap (bebasa) : di bawah ; (ngoko)
ngingsor
nganggo : memakai
ngangsu : mengambil air dari tempat yang agak jauh
ngathang-ngathang : berbaring terlen-tang
ngēcē : menghina,meremehkan
ngeclap : menghilang tiba-tiba
ngēgang : berjalan dengan mengangkat pinggul dan membuka paha, seperti anak baru dikhitan
ngēgot : menggoyangkan pinggul
ngelih : lapar
ngemis : mengemis,minta-minta
ngempra : pekerjaan tidak selesai
ngendhelong : tali yang ditarik tdak
kencang
ngēngsod : ngesot,berjalan sambil du-
duk
ngenthurit : melarikan diri
ngepong : menghindar
ngēpot : berlari dengan susah payah
ngērēk-ērēki : ayam jantan yang sedang menarik perhatian ayam betina ;
(kiasan) pemuda yang sedang menaksir anak gadis
ngesrong : pikiran kosong
ngetēmbol : membawa sesuatu yang ti
dak kelihatan tetapi menonjol (mis.dima
sukkan kantong celana)
nggara : berulah, membuat gara-gara
nggejah : banyak sekali dan ada dima-na mana ; kt.lain njeprah
nggiwar : menyimpang
ngglibed : berkelindan, mau ikut terud
ngglolo : menangis berkepanjangan
ngglosor : cara ular berjalan
nggo : memakai ,singkatan dari kanggo
nggrentes : sediah
nggriyeng : menangis lirih tapi tidak
mau berhenti
ngigel : berlenggang-lenggok
ngilo : bercermin, menimbang dengan timbangan (kiloan)
ngimput : merapatkan paha
nginang : makan sirih
ngingsor : bawahngipas nasi panas agar nasi lebih kenyal
ngiyub : berteduh
nglabur : mengapur (dinding)
nglagir : tiduran
nglamir : tidak kebagian ; kt.lain nyanir
nglantur : melantur
nglenggēkē : duduk santai
nglēos : membuang muka, pergi begitu saja
nglepus : sedang merokok
nglēyang : melayang
ngliga : tidak memakai baju
nglilir : mendusin,terbangun
nglindur : mengigau, bicara sambil tidur
ngliwet : menanak nasi
nglongok : menengok
ngluthik : menyentuh dengan ujung jari telunjuk
ngodor : marah-marah
ngodor : bericara sambil marah
ngokop : minum langsung (tidak memakai gelas/cangkir)
ngorok : mengorok
ngosēk : berguling-guling
gosog : mengerjakan sesuatu dengan a-gak marah
ngoyos : berjalan dibawah hujan
ngrahak : makan dengan rakus
ngrajug : terkejut
ngranapi : pernah mengalami
ngrangseg : merangsek
ngrekicek : hujan kecil tetapi tidak berhenti2
ngrusuhi : merepotkan ; (kiasan) minta tolong (pinjam atau minta)
nguja : sengaja
ngunthuli : mendekat diam-diam
nikalē : padahal ; kt.lain nikhalē
nini : nenek
njelēhi : memuakkan
njepat : lepas dari ikatan
njeprah : banyak sekali dan terdapat dimana-mana ; kt.lain nggejah
nrecep : perut terasa perih
nrosol : memaksa mendahului (dalam antrean)
nuli : terus menerus
nurun : meniru,menyontek
nyandhak : sampai,cukup
nyanir : tidak kebagian ; kt.lain nglamir
nyari : ukuran selebar dua jari
nyaur : membayar hutang
nyidhuk : mengambil sesuatu menggu-
nyilem : menyelam
nyilih : meminjam
nyiruk : terbang ke bawah
nyisil : makan biji sambil mengupas kulitnya biasa dilakukan oleh burung
nylusup : menyusup
nyosoh : menggiling / menumbuk beras agar lebih putih
nyucrup : mencecap
nyucus : menusuk
nyumul : muncul di permukaan
nyureng : melihat dengan memicing-kan mata
nyuwun : (bebasa) minta .

o


obah : bergerak
obrak-abrik : obrak-abrik
obrog : dipakai terus menerus sampai rusak
ocar-acir : larutan gula merah yang disiram merata (diatas jajanan)
odhol : urai, lepas dari gulungan
ogan : ramalan ; tukang ogan : peramal nasib biasanya menggunakan gambar dan burung gelatik
oglēk : hampir lepas (mis.gigi)
olah-olah : memasak
olēr : (ngolēr) panjang sekali
ompol : kencing sambil tidur (biasanya dilakukan anak-anak)
olih-olih : buah tangan,oleh-oleh
olor : ulur,memanjangkan
oman : merang (gagang padi)
ombēr : banyak waktu
ombyang-ombyong : kesana kemari
ombyok : ikat (mis.sayuran)
omong : bicara
ompong : gigi tidak lengkap
omprēng : tempat makan dari kalengoncēk : kupas ; kt.lain oncēt
oncog : mendatangi seseorang dengan marah
oncor : obor minyak tanah dari bambu
onggrongan : sok
ongkeb : hawa panas ; kt.lain sumuk
ongkeb-ongkeb : berbaring menelungkup
onthēl : genjot
opak : jenis makanan dari singkong
ora : tidak
orog-orog : jenis makanan dari singkong
orong-orong : jenis serangga dalam tanah
orot : boros ; (lawan kata) irit
osēng-osēng : jenis masakan
osog : memperlakukan dengan marah atau terpaksa; kt.lain ngosog
othak-athik : utak-atik
oto : pakaian bayi yang bertali sema cam celemek diikatkan dibadan, agar tubuhnya hangat (jaman dulu)
owah : ubah
owal-awil : hampir lepas,hampir patah
ongkoh : juga
oyag : bergerak hampir roboh
oyod : akar
oyok : kejar
oyong : sejenis labu (sayuran)


p


pacētan : jajanan,snack
pacul : cangkul
padasan : tempayan air dengan pan-curan untuk berwudhu
padhung : bangku dari kayu
pados (bebasa) : mencari
padu : cekcok ; kt.lain tukaran
paēs : berhias
pagang : hadang
paido : disalahkan
pak : panggilan kepada bapak atau orang yang dituakan, pegadaian
pakra : beres,benar ; ora pakra : tidak beres
pal : tonggak, tiang penanda
pancal : mendorong keras dengan kaki ; kepancal : (kt.kiasan) tertinggal kendaraan
panci : panci
pancing : pancing
panclas : potong dengan parang
panggalan : gasing
pangur : adat (wanita) meratakan gigi
pantar : baya, sebaya
papag : jemput
para : tempat untuk menyimpan sesuatu yang terletak diatas dapur
patah : istilah dalam permainan anak-
pathak : lempar batu ; (istilah kasar) kepala
pathēk : penyakit kulit (frambusia)
pathok : tonggak
pē : jemur kt.lain mēmē
pecah : pecah
pecicilan : bergaya kasar,tidak sopan
pecoh : (mecohi) istilah khusus untuk ayam yang menyerang ayam lain
pecut : lecut
peda : ikan kembung asin
pedarepan : cemburu
pedaringan : tempayan untuk menyimpan beras
pedhes : pedas
pedhēt : anak sapi
pedhot : putus
pedhut : kabut
pēh : ikan pari, kehabisan tenaga
pejaratan : makam,kuburan ; nggēndhong pejaratan : (kt.kiasan) melarat,miskin sekali
pejuh : air mani
pēlas : sejenis lauk
pelok : biji mangga
pēlor : peluru
pencilak : melebarkan mata
pencug : kayu panjang untuk membuat lobang ditanah guna menanam biji / benih
pendhil : panci tanah (gerabah)
penging : larang
pengung : bodoh,pandir
pēnjol : tidak bulat
penthil : putting susu
pentil : buah muda,mangga muda
pēntil : penutup angin pada ban
pepek : lengkap
perih : pedih
pērod : cacat belas luka di dekat mulut
persasat : jelasnya
pētan : mencari kutu rambut
petelesan : (kt.kiasan) pakaian
petha : baik, rapi ; ora petha : tidak rapi, acak-acakan
pethakilan : bergaya urakan
pethēl : jenis alat pertukangan
pethēngthēng : berlagak ; kt. lain pethangthang-pethēngthēng
pething : pilihan
pethuk : petok,surat kepemilikan tanah
pias : pucat
picek : buta
pijet : pijat
pikul : pikul
pil : tablet
pilis : ramuan jamu yang ditempelkan dipelipis (biasanya wanita yang habis melahir kan)
pilus : jenis makanan ringan
pincuk : cara membungkus dengan
daun pisang
pinten (bebasa) : berapa
pipis : nama kue yang dibungkus daunpisang ; pipis- gedhang : kue pisang ; kt.lain nagasari
pir : dokar,delman
pira : berapa
pisah : pisah
pisuh : caci-maki
pit : sepeda (dari bahasa Belanda fits)
pithak : cacat bekas luka dikepala ; kt.lain pilak
pithos : cacat mata ; (istilah kasar) mata
plakangan : selangkangan
plaur : sempat ; kt. lain kaur
plek : sama persis
plek : sama persis
plenet : tekan ; kt.lain penet
plethok : mengembang saat digoreng ;tahu plethok : tahu goreng khas Tegal
ploēn : saluran air
plok : singkatan dari emplok,memasukkan makanan kedalam mulut
plonthos : gundul,tak berambut
plupuh : alas dipan terbuat dari bambu yang dipipihkan
poci : poci
pocok : panggul
pocong : hantu kepala diikat
pocor : rempah-rempah yang dipakai untuk campuran air mandi bayi
pohot : tetes, limbah dalam proses produksi gulapasir
pokah : belah ; kt. lain mlokah, mlekah
pokēk : celana pendek
pol : amat sangat , pol-polan : terakhir
polēng : belang-belang
polo : otak
polok : mata kaki
polor : ingus keluar masuk hidung
ponggol : nasi campur khas Tegal
ponto : kepepet
ponyo : lemah tak berdaya
popok : kain alas penahan kencing bayi; pempers
por : amat sangat ; kt.lain pol
porēt : cepat sekali (dari bahasa Belanda voor uit = kedepan)
pothēl : petik
pothēs : putus, potong dengan tangan
pothol : putus dan lepas ; kt.lain prothol
powal : pecah sebagian
poyan : pamit
pragat : selesai,rmpung,habis
prak-prek : sering sakit
prampang : tidak rapat (kain,kertas)
prenjak : nama burung yang kecil ber kicau ramai
pretek : tekan ; kt lain : petek
prethil : potongan atau bagian kecil
prigel : trampil
primpen : simpan rapi
pruluk : bertubu-tubi
pucang : panjat pinang, lomba ketangkasan memanjat
pucet : pucat
pucung : kaya si pucung = penurut
pudhat : lunas
pugag : tumpul
pugalan : pemarah
pukis : nama kue sejenis kue pancong dari tepung terigu
pukulan : dapat untung besar
pulen : empuk,tidak keras (mis.nasi)
puli : ketan uli ; kt.lain gemblong ketan
pulut : lem dari tepung
punjul : lebih
pupak : gigi seri tanggal pada anak-anak
pupuk : ramuan jamu yang di taruh di atas kepala bayi ; pupuk bawang : anak bawang, belum cukup umur
pupus : daun muda
puret : semakin mengecil
puthu : nama kue
putu : cucu


r


rabi : sanggama
rada : agak ; kt.lain radan, ,semada,semadan
radi (bebasa) : agak ; (ngoko) : rada
rai : muka,wajah
rajah : garis tangan, tatto ; rajah keleng : garis tangan yang lurus horizontal
raja pati : pembunuhan
rajang : rajang, potong tipi-tipis
rambak : nama sejenis kerupuk terbuat dari kulit kerbau
rambang :
rames : nasi campur
randha : janda ; randha kemul, randa royal, randha kēntir : nama kue
raos (bebasa) : rasa
rapal : bacaan doa
rasa : rasa
rasukan (bebasa) : baju ; (ngoko) klambi
raup : cuci muka
rayoman : kumpul-kumpul
rēbyēg : repot
rēgēl : jatuh ,runtuh
rejek : sepakbola ; kt.lain trejek
rejep : bulan rajab, zulkaidah
rēken : anggap,diperhitungkan
rembes : keluar air,rembes
rēmbyak-rēmbyak : rambut panjang terurai
remed : remas
rencak : dibagi beramai-ramai
rendhet : tidak lancar,tersendat
rengginang : nama kue terbuat dari ketan yang dikeringkan dan digoreng
rēwang : bantu
rēwēs : abai,peduli
riak : dahak
ribed : tidak bebas,tidak leluasa
rika : engkau
rikuh : kurang bebas,enggan
ringih-ringih : bergerigi tajam
ringkih : tubuh lemah
ringsang : tidak tenang ; kt.lain rungsang
risak (bebasa) ; rusak
rodhal-radhil : compang-camping
rogoh : merogoh,mengambil sesuatu dari kantong
rojēng : mencuri padi di sawah
roncod : lucut ; dironcod : dilucuti
rondhē : sejenis minuman panas terbuat dari jahe
ropoh : tidak bertenaga,loyo
ropok : keroyok
ropok : keroyok
ros : ruas
rowa : ramai, meriah
rubuh : roboh
rudu : cekcok,
rujad : lepas,copot
rumangsa : merasa
rumat : pelihara
rumil : ceriwis
rungkud : rumput atau tanaman perdu yang yang lebat
rungseb : semrawut,kacau
runtag : kaget
runtung : antre
rusak : rusak
rut : ikat
ruwat : upacara tradisi membuang sial


s


sa : se, satu ; sa-umah : se-rumah
sada : lidi ; sapu sada : sapu lidi
sadē (bebasa) : menjual
sadhēlat : sebentar ; kt.lain sedhēlat
saē (bebasa) : bagus,baik
saēn : tidak malu-malu
saged (bebasa) : bisa, mampu
sagon : nama penganan terbuat dari tepung ketan dan gula yang disangrai
sajēn : sesaji (untuk makhluk halus atau dipercaya sebagai roh halus)
sakalē : padahal
salah : salah
salang : tali untuk mengangkat ba-rang yang akan dipikul
salin : ganti pakaian
sambat : keluhan minta tolong
sambung : sambung
samohē : sekuat tenaga
sampar : tersandung kaki
sampun (bebasa) : sudah
sampēyan (bebasa) : engkau,kamu
sandhangan : pakaian
sandhung : tersandung ; sandung lamur : bagian yang paling empuk daridaging sapi
sanēs (bebasa) : bukan
sangga : topang
sangkal : sangkal, debat
sanglir : kelamin pria yang bijinya ti-dak sama besar
sanjang (bebasa) : bicara,berkata
saplērēdan : sekilas pandang
saras (bebasa) : sembuh ; (ngoko)waras
sariawan : sariawan, penyakit di bibir dan mulut
satu : nama kue kering yang dibuatdari tepung kacang hijau
sawan : penyakit
sawang : rumah gonggo
sawer (bebasa) : ular
sawēr : pemberian uang (hadiah) kepada penari atau penyanyi diatas panggung
sawung (bebasa) : ayam
seblak : memukul dengan gerakan cepat menggunakan kayu atau bambu
sebul : tiup
sedasa (bebasa) : sepuluh
sedhakep : melipat lengan didada
sedheku : jongkok bertumpu pada lutut
sedhuprak : duduk dilantai
sedulur : saudara
sega : nasi
segu : cegukan, suara berulang-ulang ditenggorokan seperti tercekik
sekul (bebasa) : nasi
selag : selip , berada diantara dua ben-da
selek : cepat ; keselek : tersedak; kt. lain kapiselek
semaya : janji lain waktu
semayi : makanan dari ampas kelapa
setengah busuk
sembrana : kurangajar
semeg : hampir membusuk
semelēt : panas sekali ; rega semelēt :harga sangat mahal (kiasan)
seneng : senang
sēngso : tidak sesuai
sērep : pengganti
semineb : hampir pingsan
semingkir : menyingkir
semprong : sejenis kue , cerobong, gelas pada lampu tempel
semrawud : ruwet,amburadul
semriwing : rasa mentol
semromong : panas
sēnggēt : mengambil buah dengan galah
sengit : benci
sengka : teknik mengurut perut bagi penderita turun bero
sēngklēh : hampir putus dan jatuh kebawah
sengkolun : nama jenis kue
senthir : lampu minyak dari kaleng kecil yang diberi sumbu
sepa : tidak berasa, sudah diambil sarinya
sepēlē : gampang,sederhana
sepi : sepi
sereg : cepat selesai
serep : serap
sērep : cadangan (dari bhs.Belanda reserve)
serot : sedot
sesek : sesak
sidhum : matahari tertutup awan se-hingga tidak begitu panas
sikah : diam kau ! (kata makian)
sikat : sikat
sikil : kaki
sikut : siku
silih : pinjam
silit : dubur
simping : nama sejenis kerang berbentuk tipis dan lebar
singa-singaha : suka-suka, apa saja
singgat : belatung
singsot : bersiul
singunen : pusing setelah berada dike-tinggian
sinom : daun asam yang masih muda
sintrēn : sejenis kesenian tradisional yang pernah ada di daerah pantura barat
sintru : sepi, mencekam
sipat kuping : berlari kencang
siru : sudu,daun pisang yang digunakan sebagai sendok
sisig : sugi,tembakau untuk makan si-rih
sisil : mengupas kulit dengan mulut (paruh)
siwur : gayung dari tempurung kelapa
slampē : saputangan
slēmpang : silang , kain atau pita yang disilangkan di tubuh
slepi : tembat tembakau terbuat dari anyaman (tikar)
slilit : sesuatu yang terselip digigi
slisiban : selisih jalan
slomod : sundut,ditempel api
slonjor : menjulurkan kaki
slonong : muncul tiba-tiba
songkrah : tidak teratur,tidak lurus kt.lain slongkrah
sonten (bebasa) : sorē ; (ngoko) sorē
sorog : laci ; kt.lain slorok
sot : lepas
sotēnē : kalau memang
srabi : nama sejenis makanan
sradan : agak ; kt.lain radan,rada,semadan
srakal : istilah dalam seni menabuh re-bana
srakat : perilaku anak yang suka melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya
sranthal : lari cepat
srimpung : menganggu langkah
srinding : nama sejenis ikan asin
srudug : seruduk
srundēng : nama sejenis makanan terbuat dati kelapa parut yang disangrai
srunthul : berlari cepat
sruwal : celana
sruwidhil : compang camping
stamplat : terminal
sudhah : mengeluarkan barang dengan cara ditumpahkan
sudhi : alas diatas nasi kenduri (berkat) untuk tempatlauk pauk dari daun pisang yang dibentuk bulat
suduk : tusuk ; suduken : perut sakit akibat terlalu kenyang dan dibawa berjalan.
sugu : alat pertukangan untuk menghaluskan kayu
sugeng (bebasa) : selamat ; sugeng siang : selamat siang
suh : gelang pengikat sapu lidi,terbu-at dari bambu yang dianyam
sujēn : bambu tusuk sate
suker : sedih
suku (bebasa) : kaki
suled : menyalakan
sumbuk : koreng dikepala
sumed : menyalakan lampu,rokok dsb
sumpeg : sumpek
sumpel : sumpal
sumringah : wajah riang
sundhul : sundul, lebih tinggi sehingga mengenai benda/barang yang diatasnya
sunggi : meletakkan (membawa) sesu -atu diatas kepala
sungkan : malas
supados (bebasa) : supaya,agar
surēn : perut sakit akibat terlambat makan
suruh : daun sirih
susu : susu,payudara
susub : benda kecil yang masuk kedalam telapak tangan/jari
susug : peratan untuk mencari ikan diair dangkal terbuat dari bambu
susuk : uang kembali, perkakas dapur untuk menggoreng ; kt.lain jujul
susul : susul
susun : susun
sut : tos menggunakan jari untuk me-
nentukan siapa yang memulai terlebih dahulu dalam sebuah permainan
suweng : giwang
suwiwi : sayap
suwul : gigi gingsul




tai : kotoran,tinja
taker : takar
takir : daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk untuk tempat makanan
takon : bertanya
takēn (bebasa) : bertanya
talawēngkar : pecahan genting
tamba : obat
tambah : tambah
tambal : tambal
tambeng : nakal,tidak mau menurut
tampa : terima
tampi (bebasa) : terima
tampah : nyiru
tampi (bebasa) : terima ; (ngoko) tampa
tampek : tampar, campak (sejenis penyakit kulit)
tampuh : bagian dalam rumah terkena hujan yang terbawa angin
tanek : sudah matang sekali
tangēh : jauh dari perkiraan
tap : ditata dengan cara ditumpuk
tarang : dikeringkan dengan mletakkan diatas dapur diatas dapur
tarub : tenda untuk upacara ; kt.lain layos , tragtag
tatah : pahat
tatal : serpihan kayu
tatu : bekas luka
tau : pernah ; (bebasa)
tebok : mengganti kerugian
tēbok : nyiru kecil
tedhas : tembus,mampu dipotong de-ngan alat tajam
tēgongan : tikungan
tekek : cekik
tekēk : tokek
teken : tanda tangan
teki : jenis rumput yang berumbi
tēko : tempat air teh
telak : menyangkut di tenggorokan
telas (bebasa) : habis
telih : tembolok
telon : tiga warna (mis.warna bulu kucing) ; kembang telkon : bunga tiga rupa
tempēlang : sebuah cara membung-
kus dengan daun pisang
tempolong : kaleng bekas seukuran kaleng susu
tempuh : ganti rugi
tenger : tanda , nisan
tengu : kutu yang sangat kecil
tepes : sabut kelapa
tepo : lapuk, mudah rusak
thēthēl : sayat
thēyol : capek
thingkring : bertengger
thithil : ambil sedikit demi sedikit
thok : hanya
thongkrong : jongkok
thong-thong : kentongan ; bango thong-thong : burung bangau yang jangkung berpa ruh panjang
tonyo : menohok kening dengan dua jari ; kt. lain tonyol
thothol : patuk
thowal : hilang sebagian
thukmis : mata keranjang
thukthak : saling bertemu
tim : tim,masakan yang dikukus
timah-timah : luka atau koreng hampir sembuh
timbil : bintil di pelupuk mata
timpuh : simpuh, duduk diatas kaki yang ditekuk (mis.pesinden)
timus : nama jenis makanan
tisik : menambal kain dengan cara dijahit tangan
titir : bunyi kentongan bertalu-talu
tladhung : serang (biasanya digunakan untuk ayam yang menyerang ayam lain)
tlampek : tepak dengan keras ; kt.lain tampek
tlapak : (tlapakan), tapak tangan
tlapukan : kelopak mata
tlembuk : pelacur
tlempos : makannya banyak
tlenan : tatakan untuk mengiris
tloktok : kotoran,tinja ; kt.kiasan anak
tok : kotak kecil dari karton
tomplok : besek, wadah berbentuk kotak terbuat dari anyaman bambu
tokpo : kain lap
tolēr : selang, pipa platik
torog : membayar lebih
totol : tutul , bintik besar ; (kiasan) nasib
tragtag : tenda dari seng
trinjilan : biji pelir
trukthuk : kereta api jaman dulu
trungthung : mobil tua
tudhung : pelindung hujan selain payung
tuku : beli
tum : model membungkus dengan daun pisang
tuma : kutu rambut
tumang : tungku dari tanah
tumbas (bebasa) : membeli
tumbleg : seruduk
tumpal : bagian belakang sarung
palekat
tumpuk : tumpuk
tuna : rugi
turah : sisa
turuk : kemaluan wanita,vagina
turun : tiru
tutu : tumbuk padi
tutul : bintik besar
tutur : lapor, beritahu
tutus : tali pengikat dari bambu ,biasa dipakai untuk mengingat padi,buah-buahan dsb


u


ubed-ubed : ikat kepala
ubeng : putar
ubub : pompa angin yang dipakai pande besi atau atau perajin emas
ucik-ucik : bujuk
ucul : lepas
udag : kejar
udhar : lepas ikatan
udhēt : belatung
udhun : turun ; udhun-udhunan : minggu terakhir dalam bulan Puasa,bia-sanya ditan -dai dengan saling mengirim makanan
udud : meokok
ugel-ugel : pergelangan tangan
uget-uget : jentik-jentik
ujub : takabur
ula : ular ; ula-ula : tulang belakang
ulat : roman muka
uleg-uleg : penumbuk sambal
ulem : undangan
ules : ampilan fisik
ulir : putar
ulur : ulur,dipanjangkan
umak-umik : komat kamit ; kt.lain umis-umis
umbah : cuci
umbel : ingus
umbrus : banyak omong tanpa bukti
umbul : membubung ke atas
umeb : mendidih
umres : banyak omong
umrik : banyak tingkaj
uncang-uncang : kaki berjuntai
undar : sejenis permainan judi menggunakan piringan yang diputar, komidi putar
undha- usuk : ditata sesuai ukuran
undhag : undak
undha-undhi : sebaya,tidak begitu beda umur
undur-undur : larva capung didalam pasir yang berjalan seperti mundur
uneg-uneg : unek-unek , perasaan yang terpendam
unggah : naik ; unggah-unggahan : ke naikan kelas
ungsum : musim
unjuk : naik , keatas
unthuk : busa
unting : ikatan kecil (biasanya sayuran)
untut : memasukkan makanan berupa serbuk sedikit demi sedikit kedalam mulut
unyeng-unyeng : pusar rambut di kepala
upa : butir nasi
upet : tali sabut panjang diguna kan untuk menyimpan api dengan cara dibakar ujung- nya (jaman dulu)
urab : urap, macam-macam sayuran direbus dan dibumbui sambal kelapa
urak : usir
urip : hidup
urub : nyala
urug : timbun, tambah nasi
urun : iuran, ikut membiayai
urus-urus : obat pencahar
usum : musim
uthek-uthek kuping : korek kuping
uwak : kakaknya bapak atau ibu
uwar : pemberitahuan
uyah : garam
uyuh : air kencing
uyup : minum dengan cara menyedot pelan-pelan


w


wa : panggilan untuk uwak
wadhag : kasar
wadhah : tempat
wadhuk : lambung, bendungan air
wadul : mengadu
wadung : perkakas untuk membelah kayu
wagu : kaku ,tidak serasi
wajan : penggorengan
waledan : uang tunjangan yang baru dibayar sekaligus selama beberapa bu-lan
walesan : gagang alat pancing
walimah : kenduri
wanci : kapok,tidak berani lagi
wangsit : pesan gaib, ilham
wangsul (bebasa) : pulang
wangwa : arang yang menyala
wani : berani
wantu : tambah lagi
wantun (bebasa) : berani
warah : beritahu
warang : wanita galak
waras : sembuh
wareg : kenyang
waring : jala
waru : sejenis tanaman
warung : toko kecil, rumah makan kecil
waton : bagian tepi dipan kayu
wawuh : kenal, baikan, setelah lama tidak saling bicara
wedel : celup, pewarna kain
wedi : takut
wedhi : pasir
wedos (bebasa) : takut ; (ngoko) wedi
weluku : alat untuk membajak sawah
wēlan : terlihat dengan jelas
wentis : betis
wēra : semarak
wereng : hama padi
werit : gawat
wētan : timur
weton : hari kelahiran
weweg : perkasa, tegap
widhig : nyiru besar
wingka : patahan genting kt.lain talawengkar
wingking (bebasa) : belakang
wira-wiri : mondar mandir ; kt.lain riwa-riwi
wirog : tikus besar
wiru : lipat
wonten (bebasa) : ada ; kt.lain wēntēn
wrangan : racun yang dioleskan di keris
wrangka : rumah keris
wuda : telanjang
wudel : pusar
wuduk : uduk (nasi yang dimasak dengan santan)
wudun : bisul
wukan : telur busuk
wuled : kuat ,tidk mudah putus
wungkal : batu asah
wulu : bulu
wurung : batal,urung
wuwung : bubungan (rumah)


y


ya : ya, mengiakan,setuju
yasa : sawah /tanah milik turun temurun
yiyid : lendir
yu : panggilan untuk kakak perempuan, singkatan dari mbakyu
yuyu : ketam
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

MOHON MAAF BILA BLOG ANGIN PUTIH KURANG BAIK